Arshavin yang belum dua minggu pindah ke Inggris sudah "dibuntuti" Hiddink. Jika ia dikontrak klub London utara Arsenal, Hiddink bergabung ke London barat untuk menukangi Chelsea.
Perasaan Arshavin tentang kepindahan pelatih asal Belanda itu campur-campur. Ia tentu saja harus memberi harapan yang baik pada seseorang, tapi masalahnya, kebaikan itu bisa berimbas pada timnya, baik Arsenal maupun Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga aku khawatir, kalau semuanya berjalan baik buat Guus di London, dia malah akan bertahan di Chelsea lebih lama," sambung mantan pemain Zenit St Petersburg itu.
Hiddink dikontrak Chelsea sampai akhir musim ini saja dan tetap menjalankan tugasnya sebagai pelatih skuad "Beruang Merah". Hal kedua membuat Arshavin merasa lega karena Rusia ia nilai sangat cocok ditukangi pria 62 tahun itu.
"Buatku, hal terpenting adalah Hiddink tidak meninggalkan tim Rusia. Kalau dia berhenti, tim kami pasti akan limbung tanpa dia. Aku tidak melihat ada pengganti yang realistis buat dia. Tapi, kalau dia merasa punya kekuatan untuk membantu Chelsea, mungkin memang harus begitu." (a2s/arp)











































