Alex adalah satu-satunya pemain di skuad Chelsea saat ini yang pernah merasakan polesan tangan Hiddink. Ia pernah bermain di bawah asuhan pelatih beken itu di PSV Eindhoven, dari 2004 sampai 2006.
Hal ini mungkin sebuah keuntungan tersendiri buat Alex, yang hanya jadi starter kalau John Terry atau Ricardo Carvalho tidak dalam kondisi fit. Di PSV, Hiddink sangat percaya pada kemampuan pria bertubuh besar itu di jantung pertahanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alex pernah mengalami kendala bahasa dalam musim pertamanya di Chelsea musim lalu. Ia cukup beruntung karena banyak rekannya berbahasa Portugal, termasuk pelatih pertamanya di London, Jose Mourinho. Kini, ia tentu sudah lebih piawai ber-Inggris ria. Karena Hiddink menguasai banyak bahasa, ia tinggal pilih ingin bicara dengan bahasa apa dengan pelatihnya itu
Dalam wawancaranya dengan situs resmi Chelsea, Alex merasakan betul masalah komunikasi. Ia mengaku amat terbantu dalam beradaptasi dengan kehidupan di London dengan banyaknya rekan setim yang berbahasa Portugis.
Meskipun Scolari dan beberapa stafnya sudah hengkang, tapi ia masih punya empat sekawan dari Portugal (Carvalho, Jose Bosingwa, Paolo Ferreira, Deco), dan dua kompatriot Brasil: Juliano Belletti dan Mineiro.
"Tentu saja. Berbicara dalam bahasa yang sama selalu membantu. Dan sebagai orang asing, kamu kerap merasa sendiri dan jauh dari keluarga. Orang-orang ini, yang berbicara dengan bahasamu, akan menjadi keluargamu, dan kamu merasa lebih dekat dengan mereka," tuturnya.
"Kalau tidak terbiasa, susah. Kalau kita punya banyak teman yang bisa menghabiskan banyak waktu bersama, (bahasa yang sama) akan membuat pembicaraan lebih mudah, dan juga dalam mengekspresikan perasaan-perasaanmu. Sangat membantu dan menyenangkan."
Alex, yang dikenal sebagai figur yang ramah, khususnya berteman dekat dengan Mineiro. Mereka sering melakukan aktivitas bersama, salah satunya beribadah di gereja yang sama.
"Kami sering saling mengunjungi. Anak-anak dia berteman dengan anak-anakku, dan mereka main bareng. Ini bagus. Mereka sudah dekat dan rasanya seperti ada di rumah (di Brasil)."
Kembali soal Hiddink, Alex punya banyak kenangan dengan pelatih tersebut. Selain memenangi dua gelar Eredivisie dan satu Piala Belanda, plus merasakan semifinal Liga Champions bersama, ia juga selalu ingat pada apa yang pernah dilakukan Hiddink.
"Dia pelatih yang baik dan pria yang luar biasa. Waktu aku main di Brasil bersama Santos, aku ingat dia datang dan menonton pertandingan-pertandinganku, dan berbicara denganku. Dia orang yang sangat baik," ujarnya. (a2s/krs)











































