Peristiwa yang terjadi nyaris setahun lalu ketika Birmingham menjamu Arsenal niscaya masih segar tersimpan di benak Taylor. Kala itu tekelnya ke arah Dudu mematahkan kaki sang pemain tim tamu.
Tekel yang bikin Dudu cedera parah tersebut bikin partisipasinya di Liga Primer musim itu tandas, seiring dengan asa Arsenal mengejar titel juara. Si penyerang asal Kroasia juga harus absen dari gelaran Euro 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tak mau simpati apa pun. Perhatian utamaku adalah Eduardo. Kalau aku memang emosi, atau sengaja menyakitinya, maka aku tidak akan merasa seperti sekarang. Aku tahu aku berniat mengambil bola," kata Taylor di Daily Mail.
Banyak yang juga tak bersimpati dengan pria 29 tahun tersebut karena dia kabarnya sama sekali tak berusaha menjenguk Dudu. Kenyataannya, Taylor langsung berusaha bertemu usai insiden meski saat itu di hatinya juga tengah berkecamuk pelbagai hal.
"Setelah kejadian, aku duduk di ruang ganti. Semuanya buram. Banyak hal berpacu dalam benakku. Aku mencoba datang ke ruang ganti tim tamu, tapi mereka bilang kalau dia sudah dibawa ke rumah sakit, aku belum bisa melakukan itu."
"Aku datang ke rumah sakit Sabtu malam. Di sana aku melihat liaison officer Arsenal. Aku lega bertemu dengan seseorang dari klub, tapi Eduardo belum dalam kondisi untuk bertemu denganku saat itu," kenang ayah tiga anak tersebut.
Taylor akhirnya berkesempatan bersua. Tapi pertemuan itu sepertinya benar-benar tak diingat Dudu yang mengaku tak pernah bertatap langsung dengan sang penekelnya.
"Aku kembali lagi Minggu pagi ketika dia sedang memulihkan diri dari operasi. Aku bertemu muka tapi dia jelas di bawah pengaruh obat-obatan. Aku tak tahu dia sadar atau tidak kalau aku ada di sana," aku Taylor.
Saat Dudu akhirnya kembali merumput bersama Arsenal, Taylor yang mengaku terus mendapat informasi perkembangan kondisinya pun jadi salah satu yang antusias. Di tengah kesibukan sebagai pesepakbola sekaligus mahasiswa jurusan politik, Taylor rela menekuni menit per menit aksi Dudu dalam partai Arsenal lawan Cardiff via komputernya.
"Dari apa yang aku baca, Eduardo adalah man of the match dan dapat tepuk tangan luar biasa riuh. Aku terus mengikuti pertandingan dan kemudian ke situs untuk melihat nilai yang dia dapat. Yang lain rata-rata dapat enam dan tujuh, sedangkan nilai sembilan koma tujuh. Dia pasti tampil bagus. Lega sekali melihatnya sudah bisa bermain," tutur Taylor puas.
Birmingham saat ini sudah terjerumus ke Divisi Championship sehingga mungkin pertemuan Taylor dengan Dudu takkan terjadi dalam waktu dekat. Kalau pun nanti bertemu, akankah keduanya bisa coba melupakan yang sudah lewat dan lantas bersalaman hangat?
"Aku tak berharap dia mau. Mungkin... Aku tak tahu. Aku takkan menyalahkannya jika dia tak mau. Semua terserah dia saja," pasrah Taylor.
(krs/a2s)











































