The Tigers, begitu Hull dijuluki, tak pernah menang dalam 10 laga terakhirnya. Kalau ditarik lebih jauh lagi, bahkan Ian Ashbee dkk hanya bisa menang satu kali dari 17 pertandingan. Kali terakhir mereka meraih tiga angka adalah saat menundukkan Middlesbrough 2-1 pada 6 Desember 2008.
Statistik tersebut bertolak belakang dengan kiprah mereka di awal musim ini. Mereka cuma satu kali kalah dari sembilan laga awalnya, dan itu membuat pasukan Phil Brown sempat berbagi puncak klasemen dengan Chelsea dan Liverpool, dan hanya terpaut selisih gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, sebagaimana umumnya tim-tim medioker dan gurem, cerita di atas seringnya adalah sensasi beberapa saat. Faktanya, Hull kini beredar di papan tengah, persisnya di peringkat ke-13, hanya berjarak enam angka dari garis degradasi.
Dalam laga terakhirnya, Selasa (24/2/2009) dinihari WIB, tim yang bermarkas di KC Stadium ini menelan kekalahan 1-2 dari Tottenham Hotspur. Di depan suporternya sendiri, gawang Matt Duke dibobol dua kali oleh Aaron Lennon dan Jonathan Woodgate, sedangkan mereka hanyaΒ membalasnya satu kali melalui Michael Turner.
"Saya tidak khawatir pada degradasi. Itu kata yang salah. Kata degradasi selalu tidak kami pikirkan," ujar Brown tentang risiko yang kini dihadapi timnya, seperti dilansir BBC.
"Kami tak boleh kehilangan banyak pertandingan seperti itu. Kami harus mempelajari detil-detilnya. Tapi saya percaya kami punya kecakapan dan karakterΒ yang cukup untuk melewati periode yang buruk ini," sambung manajer yang selalu menggunakan earphone saat memimpin anak-anak buahnya dari bench ini.
(a2s/roz)











































