Hull Kini Macan Ompong

Hull Kini Macan Ompong

- Sepakbola
Selasa, 24 Feb 2009 08:17 WIB
Hull Kini Macan Ompong
London - Dongeng Hull City di musim debutnya di kompetisi kasta tertinggi di Liga Inggris sudah kembali ke tempat mereka "semestinya". Kemenangan yang tak kunjung datang lagi membuatnya seperti macan ompong.

The Tigers, begitu Hull dijuluki, tak pernah menang dalam 10 laga terakhirnya. Kalau ditarik lebih jauh lagi, bahkan Ian Ashbee dkk hanya bisa menang satu kali dari 17 pertandingan. Kali terakhir mereka meraih tiga angka adalah saat menundukkan Middlesbrough 2-1 pada 6 Desember 2008.

Statistik tersebut bertolak belakang dengan kiprah mereka di awal musim ini. Mereka cuma satu kali kalah dari sembilan laga awalnya, dan itu membuat pasukan Phil Brown sempat berbagi puncak klasemen dengan Chelsea dan Liverpool, dan hanya terpaut selisih gol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itulah masa ketika Hull menjadi sebuah dongeng. Sebuah tim antah berantah, yang walaupun sudah berdiri sejak 104 tahun silam tapi belum pernah menembus divisi top Liga Inggris, tiba-tiba menjadi buah bibir. Dari yang dijagokan akan segera terdegradasi, Hull malah bercokol di papan atas klasemen.

Tapi, sebagaimana umumnya tim-tim medioker dan gurem, cerita di atas seringnya adalah sensasi beberapa saat. Faktanya, Hull kini beredar di papan tengah, persisnya di peringkat ke-13, hanya berjarak enam angka dari garis degradasi.

Dalam laga terakhirnya, Selasa (24/2/2009) dinihari WIB, tim yang bermarkas di KC Stadium ini menelan kekalahan 1-2 dari Tottenham Hotspur. Di depan suporternya sendiri, gawang Matt Duke dibobol dua kali oleh Aaron Lennon dan Jonathan Woodgate, sedangkan mereka hanyaΒ  membalasnya satu kali melalui Michael Turner.

"Saya tidak khawatir pada degradasi. Itu kata yang salah. Kata degradasi selalu tidak kami pikirkan," ujar Brown tentang risiko yang kini dihadapi timnya, seperti dilansir BBC.

"Kami tak boleh kehilangan banyak pertandingan seperti itu. Kami harus mempelajari detil-detilnya. Tapi saya percaya kami punya kecakapan dan karakterΒ  yang cukup untuk melewati periode yang buruk ini," sambung manajer yang selalu menggunakan earphone saat memimpin anak-anak buahnya dari bench ini.

(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads