Pada Sabtu pekan lalu, Arsenal ditahan 0-0 oleh Sunderland. Yang terakhir ini menerapkan strategi defensif dengan banyak menempatkan pemain di lini tengah dengan tujuan membuat macet kinerja gelandang The Gunners.
Hal tersebut berbeda, misalnya, dengan rival-rival Arsenal di Liga Champions. Contoh terakhir adalah AS Roma. Laga Arsenal-Roma berjalan relatif terbuka dan tuan rumah berhasil memetik kemenangan 1-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbedaan Roma dan Sunderland adalah pada cara keduanya mencoba bermain dan menyerang. Saya percaya pertandingan Liga Inggris buntu karena tim-tim lawan menolak bermain," dengus Wenger seperti dilansir AFP.
"Ketika lawan-lawan tidak keluar menyerang, (tempo) pertandingan tidak bisa naik dan turun. Kami tak punya ruang Sabtu lalu dan sepanjang Anda tidak mencetak gol pertama, itulah yang akan kami dapatkan," lanjut manajer asal Prancis itu lagi.
Sabtu (28/2/2009) ini, Arsenal akan kedatangan salah satu lagi tim yang berpotensi bermain negatif, Fulham. Meski tim sesama London itu secara matematis bukanlah tandingan Samir Nasri cs meski mantap duduk di posisi delapan.
"Dalam pertandingan seperti saat melawan Roma, kedua tim mengambil inisiatif ketika mereka memenangi perebutan bola. Itu bukanlah hal yang terjadi saat ini di Liga Primer," tandas Wenger.
(arp/arp)











































