Sejak menembus tim pertama Manchester United di usia 17 tahun, Giggs sudah bergemilang titel juara bersama Manchester United, di antaranya 10 titel Liga Inggris dan dua Liga Champions.
Mourinho, yang minggu lalu "meng-update" pengetahuannya tentang Giggs ketika Inter Milan bertemu MU di leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Giuseppe Meazza, secara khusus memberi apresiasi tinggi pada pemain yang sudah berumur 35 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, mungkin kita sedang membicarakan pemain terbaik yang pernah ada dalam sejarah Premier League," sambungnya. "Pada akhirnya tak seorang pun berkontribusi begitu banyak pada sebuah klub Premiership seperti Ryan Giggs pada Manchester United."
Mourinho, yang baru-baru ini juga dijagokan untuk menjadi suksesor Sir Alex Ferguson jika pensiun nanti, mengomentari pula perubahan peran Giggs di skuad "Setan Merah", yang mana saat ini ia lebih sering dimainkan sebagai gelandang tengah. Sir Alex melakukannya untuk menghemat tenaga tua Giggs.
"Dia sudah menemukan kehidupan baru di gelandang tengah di musim ini, dan saya pikir ini sangat penting buat musim MU," tutur Mourinho.
"Di usia 35 dia pasti kehilangan sebagian kecepatannya. Tapi Sir Alex sangat pintar memainkan dia di posisi baru, dan seperti kita lihat di masa lalu, pemain-pemain seperti Zola, Bergkamp, dan Zidane, tetap bersinar di usia yang tak lagi muda."
Puncak pujian Mourinho pada Giggs barangkali pada kalimat ini: "Mereka (MU) punya pemain-pemain muda yang luar biasa seperti Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney. Tapi siapa tahu, mungkin Giggs-lah yang membuat banyak perbedaan buat mereka di Liga Primer dan Eropa musim ini."
(a2s/a2s)











































