Villa menggila sejak pertengahan November 2008. Diawali dengan kemenangan 2-0 atas Arsenal, mereka kemudian melakoni 13 partai tanpa pernah kalah. Termasuk juga di dalamnya adalah menahan imbang Manchester United 0-0.
Imbasnya, mereka pun melejit ke posisi empat klasemen, yang artinya adalah masuk ke dalam zona Liga Champions. Tak hanya itu, munculnya mereka di peringkat empat juga bak menggeser The Gunners yang merupakan anggota The Big Four.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukannya bangkit, mereka kemudian malah berlanjut dengan ditahan imbang 2-2 oleh Stoke City. Lagi-lagi, hasil tersebut terjadi di Villa Park, di hadapan publik sendiri.
Kamis (5/3/2009) dinihari WIB, mereka akhirnya menelan kekalahan ketika menghadapi The Citizens di City of Manchester Stadium. Posisi mereka di peringkat empat memang masih aman, namun hanya tinggal berjarak tiga poin dari Arsenal yang ada di urutan lima.
Tak pelak jika kemudian banyak yang memprediksikan bahwa The Villans kini tengah terancam. Belum lagi Arsenal tengah menemukan kepercayaan diri mereka yang hilang usai menang 3-1 atas West Bromwich Albion.
Namun demikian, O'Neill tetap optimistis timnya akan mampu melalui fase buruk ini. Ia yakin bahwa Villa bisa mempertahankan keunggulan mereka atas Arsenal hingga akhir musim.
"Kami tak nervous, kami merasa tertantang. Sungguh. Jika kami tak merasa tertantang dengan posisi kami saat ini, maka sebaiknya kami tak usah bermain saja," tukasnya kepada AFP.
"Kami berada di posisi ini karena kami layak mendapatkannya. Akan sangat memalukan apabila kami melepasnya tanpa perlawanan. Namun, saya yakin kami tak akan bersikap seperti itu."
Selanjutnya, Villa akan diuji oleh Tottenham Hotspur pada 15 Maret 2009. Jika mereka bisa melewatinya, maka hadangan yang lebih besar telah menanti, yakni Liverpool yang telah menunggu mereka di Anfield pada 22 Maret.
Β
(roz/arp)











































