Di Liga Inggris, debut Hiddink ditandai oleh kemenangan atas Aston Villa 1-0 21 Februari lalu. Kemenangan juga menghiasi penampilan perdana suksesor Luiz Felipe Scolari ini di ajang Liga Champions, tepatnya di babak 16 besar leg pertama, saat membekap Juventus 1-0 di Stamford Bridge.
Tinggal satu ajang lagi di mana Hiddink belum membuktikan diri, yaitu di Piala FA. Hiddink mengakui bahwa Piala FA juga menjadi tujuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya di Inggris, tapi di seluruh dunia. Ketika saya berada di negara lain, orang-orang selalu membicarakan soal Liga Premier dan Piala FA, yang juga sangat penting bagi kami," tambahnya.
Kesempatan yang dinanti pria yang juga merangkap sebagai pelatih timnas Rusia ini, akan tiba hari Sabtu (7/3/2009). Lawan Chelsea adalah Coventry City, penghuni peringkat ke-13 klasemen sementara Championship Division atau Divisi I. Jangan pernah melihat kasta di Piala FA, karena kejuaraan yang satu ini selalu menyimpan kejutan.
Hiddink paham tentang hal itu. Maka, ia menginginkan anak buahnya bermain seperti ketika membekuk Watford di babak sebelumnya. "Saya ingat, di laga terakhir Piala FA melawan Watford, saat itu saya menyaksikan dari bangku penonton. Bila kami bisa bermain seperti malam itu maka itu akan baik bagi kami," pungkasnya.
(a2s/arp)











































