Keane memulai lagi karirnya di White Hart Lane setelah gagal bersinar di setengah tahun pertama musim ini bersama Liverpool. Di Anfield ia hanya mencetak lima gol dari 19 pertandingan di Premiership.
Dalam dua laga comebacknya bersama Spurs, Keane masih belum bisa melesakkan bola ke gawang lawan, persisnya ketika skuad Harry Redknapp bermain 0-0 melawan Arsenal (8/2) dan menang 2-1 atas Hull City (23/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga hari kemudian, atau Sabtu (7/3/2009) tadi malam, penyerang berusia 28 tahun itu kembali mencatatkan namanya di papan skor. Nilai plusnya adalah dia sekaligus menyelamatkan Spurs dari kekalahan.
Tertinggal 0-1 dari Sunderland lewat gol cepat Kieran Richardson, Spurs memerlukan ketajaman Keane satu menit menjelang injury time. Dalam sebuah serangan balik, Darren Bent mengirimnya umpan silang dari sayap kanan.
Ditempel seorang bek lawan, Keane dengan cepat dan sigap menyambar bola dengan tendangan first time dengan gaya setengah menggunting. Gol mantap tersebut membuat Spurs memperoleh hasil 1-1.
Maka statistik Keane cukup baik sejauh ini: dari empat pertandingan ia mencetak dua gol. Pujian tentu saja diberikan Redknapp, tapi yang lebih penting bagi fans Spurs adalah gol-gol lainnya selalu diharapkan.
"Saya senang sekali melihat crossing buat Robbie, karena dia itu finisher yang bagus," tukas Redknapp, yang membawanya pulang ke London utara pada 2 Februari lalu.
(a2s/roz)











































