Mudah diduga bahwa salah satu penyebab utama Drogba tampak hidup kembali adalah Hiddink. Faktanya, sejak pelatih asal Belanda itu masuk Stamford Bridge, pemain yang pada 11 Maret ini akan genap berusia 30 tahun itu mulai menyalak lagi.
Dari lima pertandingan di bawah komando Hiddink, Drogba selalu menjadi starter -- berduet dengan Nicolas Anelka -- dan sudah mencetak tiga gol. Sebelumnya, di masa Luiz Felipe Scolari ia mandul karena tidak terlalu sering dimainkan sejak menit pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin orang-orang berhenti membuat cerita tentang saya akan kembali ke Marseille atau bergabung dengan Inter," cetus Drogba beberapa waktu lalu. "Saya ingin bertahan di Chelsea hingga kontrak saya berakhir (pada musim panas 2010)."
Nah, Hiddink pun melontarkan kesan yang baik-baik pada Drogba. Tampak jelas bahwa dia sangat memerlukan tenaga pemain yang satu ini, sebagai andalan di lini depan.
"Dari hari pertama, waktu saya melihat dia melawan Watford di Piala FA, dan setelah itu, buat saya dia adalah sosok pekerja keras . Saya tak punya keluhan apapun tentang perangai dan komitmennya. Dia bekerja keras saat latihan maupun pertandingan," ujar Hiddink kepada Sky Sport.
Diungkapkan sang manajer, Drogba sedang diberi program spesifik dalam latihan dan hal itu terbukti efektif.
"Dia menyukainya. Ini bukan berarti saya memaksa dia melakukan kerja ekstra. Kami terfokus pada apa yang diminta dan dibutuhkan dalam pertandingan. Dia ingin melakukan itu, dan dia membayarnya seperti di Coventry. Ini sempurna."
Pada saat menghadapi Coventry City di babak perempatfinal Piala FA hari Sabtu kemarin, Drogba mencetak satu dari dua gol yang dibuat Chelsea -- menang 2-0. Dan ia dipastikan menjadi penyerang utama di leg kedua babak 16 besar Liga Champions hari Selasa besok, lantaran Anelka kemungkinan absen karena belum fit pasca cedera.
(a2s/a2s)











































