Seperti diberitakan sebelumnya, Anichebe dan seorang rekannya disangka maling ketika mereka sedang melihat-lihat isi sebuah toko perhiasan dari jendela di kota Knutsford. Rekan Anichebe bahkan sempat diborgol aparat.
Pihak Kepolisian Cheshire mengaku bahwa tindakan itu adalah sebagai upaya melindungi obyek yang rawan kejahatan seperti toko perhiasan. Meski begitu, mereka mengaku bahwa anggotanya bertindak berlebihan dan permintaan maaf seperti yang diminta oleh Anichebe pun diberikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepada petugas itu telah diberikan nasihat dan permintaan maaf telah ditujukan kepada dua orang tersebut," imbuh sang jubir.
Anichebe yang masih kesal atas kasus tersebut menyambut dingin permintaan maaf polisi. Pemuda Nigeria berusia 20 tahun itu merasa bahwa permintaan maaf polisi belum memenuhi desakannya atas sebuah 'permintaan maaf tanpa syarat'.
Anichebe kemudian menjelaskan bahwa ia dan temannya hanya sedang melihat-lihat ketika tiba-tiba polisi mengerumuni mereka atas tuduhan percobaan pencurian.
"Sedihnya, bahkan saat saya menjelaskan siapa saya dan apa yang saya lakukan, mereka terus memperlakukan kami berdua tidak hanya seperti tersangka, tetapi seperti penjahat. Itu tak cuma konyol tetapi juga sangat memalukan," sungut Anichebe.
Saat mengalami kejadian itu, Anichebe sedang memakai kruk karena baru saja dioperasi di lutut. Yang mengejutkan, para penegak hukum tersebut berupaya merebut kruk Anichebe.
"Saya sedang mengenakan kruk dan herannya salah satu petugas bahkan mencoba merebut kruk saya dengan tujuan untuk mencegah saya 'melarikan diri'," seru Anichebe tak mengerti.
Meski tak berniat menggiring peristiwa ini ke arah kasus rasial, Anichebe mengaku pada saat itu ia sempat menanyakan kepada petugas apakah ia akan tetap diperlakukan seperti itu andai dia pria berkulit putih dan bukan orang berkulit hitam.
(arp/krs)











































