Cibiran itu terjadi ketika Agbonlahor diganti saat Villa menjamu Tottenham Hotspur, Minggu (15/3/2009) malam WIIB, yang berkesudahan dengan kekalahan 1-2 bagi Villa.
"Gabby (Agbonlahor) merupakan pemain yang fantastis bagi tim ini dan saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi saat saya menariknya keluar," ujar O'Neill dikutip dari Setanta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun O'Neill menepis anggapan bahwa kualitas Agbonlahor menurun. "Sejak saya mengenalnya dua setengah tahun silam, dia adalah orang yang brilian. Dia tetap berusaha keras di masa-masa di mana rasa kepercayaan dirinya turun," ujar manajer asal Irlandia ini.
"Saya harus berkata kepada Anda semua, bahwa mengecamnya adalah sesuatu yang salah mengingat apa yang telah ia lakukan selama ini."
"Saya bisa saja mengungkapkan fakta-fakta lain, namun itu tidak berguna dan orang-orang memiliki ingatan yang pendek."
"Saya selalu berkata bahwa para penonton sudah membayar untuk menyaksikan pertandingan. Jadi mereka bebas untuk berbuat apa saja. Namun, apa yang mereka lakukan dalam laga ini tidak menolong siapa pun," ujar O'Neill geram.
Kekalahan atas Spurs ini membuat The Villans terlempar dari posisi empat besar klasemen sementara. Menghadapi laga ke depan, O'Neill berusaha optimis.
"Kami kemungkinan harus mendapatkan poin dari dua laga berikutnya yang bakal sulit. Namun kami yakin kami mampu dan para pemain juga merasa yakin akan itu."
"Masih ada sembilan laga tersisa bagi kami, dan masih ada poin yang bisa kami rebut," pungkas O'Neill.
O'Neill pantas memberikan label sulit pada dua laga Gareth Barry cs. ke depan. Pasalnya, klub asal kota Birmingham ini akan melawat ke markas Liverpool (22/3/2009) dan Manchester United (4/5/2009).
(a2s/key)











































