Mundur ke musim 2006-2007, di pekan ke-38 Liga Inggris yang menentukan bagi West Ham dan Sheffield. Posisi saat itu adalah West Ham berada di zona degradasi, sedangkan Sheffield berada di zona aman. Kedua klub tersebut memiliki jumlah poin yang sama (38) dengan Sheffield unggul head to head.
Namun, yang terjadi setelah 90 menit laga akhir di musim 2006-07 itu adalah kemenangan 1-0 untuk West Ham atas Manchester United dan Sheffield menyerah 0-3 di tangan Aston Villa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semestinya tidak ada yang harus dipermasalahkan dari hasil tersebut. Namun, kemudian Sheffield mempermasalahkan status sang pencetak gol tunggal kemenangan West Ham atas MU, yakni Tevez.
Untuk diketahui, bahwa saat itu yang memiliki hak atas kontrak Tevez adalah pihak ketiga yaitu firma Media Sport Investment (MSI) milik pengusaha Kia Joorabchian.
Sheffield pun melayangkan protes kepada Federasi Sepakbola Inggris (FA) bahwa hasil antara West Ham dan MU tidaklah sah. Mereka menilai bahwa sang pencetak gol bukanlah pemain yang dikontrak West Ham. Maka menurut mereka, bukanlah Sheffield yang semestinya terdegradasi, melainkan West Ham. Bahkan dalam perjalanannya, kasus tersebut sudah sampai ke tingkat pengadilan.
Setelah melalui perdebatan yang panjang selama hampir dua tahun, akhirnya kedua klub pada hari Senin (16/3/2009) waktu setempat menemukan kesepakatan yakni West Ham bersedia membayar uang ganti rugi kepada Sheffield sebesar 15 juta poundsterling (Rp 253 miliar) dalam bentuk cicilan, yang pada akhir pembayarannya menjadi 25 juta pounds (Rp 422 miliar)
"Kedua klub dengan senang hati mengumumkan sebuah penyelesaian yang memuaskan untuk sebuah solusi untuk mengakhiri perselisihan di antara Sheffield United maupun West Ham. Begitu juga persidangan pun tak akan dilanjutkan," bunyi pernyataan dari kedua klub yang dikutip Sky Sports.
(mrp/arp)











































