Di awal musim ini Keane hijrah dari Tottenham Hotspur dengan banderol 20 juta poundsterling (Rp 323 miliar). Ia digadang-gadangkan akan menjadi duet maut bersama Fernando Torres di lini depan Liverpool.
Sayang bagi Keane, ekpetasi tinggi dari fans dan manajemen klub tak mampu dibayar tuntas olehnya. Ketajamannya tak muncul dan ia lebih banyak berkutat di bangku cadangan. Bahkan saat Torres harus absen, ia tak otomatis jadi pilihan utama Benitez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya pada bursa transfer Januari lalu Keane pun mudik ke White Hart Lane dan mencoba merajut kembali karir di klub tersebut bersama manajer Harry Redknapp.
"Tentu saja aku berharap ceritanya berbeda. Tapi aku pun tidak menyesal sama sekali," ungkap Keane kepada majalah Icon yang dilansir Sky Sports.
"Aku percaya akan bisa bekerja dengan baik dengan seorang manajer yang berbeda. Tapi beda manajer, beda pula metodenya, dan ada ide-ide yang berbeda dari yang biasa kamu pakai atau kamu percayai," sambung pemain usia 28 tahun itu.
"Setiap orang punya pemikiran tersendiri mengenai Benitez. Aku tidak ada masalah dengan dia dan terserah orang ingin berpendapat apa mengenai dirinya (Benitez)."
"Kalau kamu sudah lama jadi pemain, yang kamu inginkan adalah sedikit respek dan diperlakukan sesuai keinginan," tutupnya.
(a2s/roz)











































