Dua Terusir, Tanda MU Panik?

Dua Terusir, Tanda MU Panik?

- Sepakbola
Minggu, 22 Mar 2009 07:30 WIB
Dua Terusir, Tanda MU Panik?
London - Manchester United menambah dalam luka mereka kalah dikalahkan Fulham dengan dikartumerahkannya dua pemain mereka. Pertanda kalau para punggawa 'Setan Merah' mulai panik?

Dua kartu merah yang diberikan untuk Paul Scholes dan Wayne Rooney mewarnai kekalahan 0-2 yang diderita MU dari tangan Fulham, Sabtu (21/3/2009), di kandang lawan.

Musim ini, MU sudah empat kali dihukum dengan kartu merah. Yang unik, tiga di antara kartu-kartu merah itu hadir dalam dua pertandingan sepekan terakhir. Sebelum dua kartu merah kontra Fulham, Nemanja Vidic pekan laluΒ  juga diusir wasit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kartu merah Vidic pekan lalu terjadi ketika MU sedang dalam kondisi tertinggal 1-2 dari Liverpool. Hilangnya bek Serbia itu berperan besar untuk skor 1-4 yang akhirnya jadi hasil akhir laga itu.

Kekalahan dari Liverpool itulah mula dari rasa panik MU. Keunggulan 'Setan Merah' di puncak klasemen pun tergerus, sementara Liga tinggal menyisakan 10 pertandingan lagi. Kemenangan melawan Fulham menjadi sesuatu yang wajib. Tetapi itu gagal terwujud.

Nyaris kebobolan membuat Scholes bereaksi negatif karena ketinggalan bukanlah jalan yang diinginkan MU sejak awal. Pasukan Sir Alex Ferguson pun kehilangan satu pemain dan tertinggal lewat penalti Danny Murphy. Cara yang buruk mengawali pertandingan.

Setelah jeda, permainan MU membaik dengan menguasai pertandingan. Namun tak satupun peluang sukses dikonversi jadi gol akibat keterburuan serta penyelamatan kiper lawan. Kepanikan fase kedua mulai melanda MU.

Puncaknya, Fulham sukses mencetak gol kedua lewat Zoltan Gera di menit 85. Keadaan yang sudah tidak berpihak kepada The Red Devils membuat Rooney kehilangan kendali atas emosinya dan dituding membanting bola. Kartu kuning kedua alias pengusiran pun meluncur dari wasit Phil Dowd.

MU sedikit bernafas lega karena salah satu pesaingnya, Chelsea, juga kalah dari Tottenham Hotspur. Kelegaan yang belum paripurna karena Liverpool yang baru bermain Minggu (22/3) ini melawan Aston Villa bisa memangkas jarak menjadi hanya (!) satu angka saja.

Meski sudah menderita dua kekalahan beruntun, bagaimanapun Ryan Giggs dkk masih tetap menjadi pemuncak dan itu berarti mereka tetap yang terdepan menuju titel jawara. Tetapi, gelar juara tidak akan didapat bila kepanikan masih menghantui tim.

Digelarnya penyisihan Piala Dunia 2010 di akhir pekan depan menjadi gantungan asa MU. Ferguson berharap anak-anak asuhnya bisa melupakan kepanikan dan saat pulang sudah bisa kembali fokus bagaimana mengamankan titel juara Premiership.

"Beruntung kami punya sedikit keunggulan meski itu tidak banyak. Jelas saya berharap kami pergi ke pertandingan internasional dan kembali ke bentuk kami yang terbaik," harap Fergie di situs MU.

"Kami punya pertandingan kandang melawan Aston Villa di laga berikut dan itu akan sangat-sangat krusial," tandas Fergie.

(arp/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads