Arsenal yang tidak meyakinkan sejak awal musim, kini sudah balik ke habitat aslinya. Sempat didepak Aston Villa, mereka telah menempati kembali satu dari empat ruang di posisi empat besar.
Telat sepertinya, bahwa peluang menjadi juara yang dimiliki pasukan Arsene Wenger adalah yang paling kecil dibandingkan dengan Manchester United, Liverpool, dan Chelsea. Tapi akan lebih buruk buat fans The Gunners apabila untuk finish di zona Liga Champions pun tak bisa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MU, yang saat ini mengoleksi 65 poin, memang masih menyisakan satu partai lebih dibanding Liverpool dan Chelsea. Namun, maksimal mereka akan unggul empat angka saja dari The Reds (64), walaupun cukup jauh dari Chelsea (61).
Akan tetapi, dua kekalahan beruntun adalah preseden yang cukup buruk. Entah ada kaitannya atau tidak, diusirnya Paul Scholes dan Wayne Rooney dalam laga kemarin, Sabtu (21/3/2009), melawan Fulham, oleh sebagian kalangan dinilai sebagai bentuk kepanikan.
Boleh jadi kekalahan itu lebih buruk daripada saat mereka dipermalukan 1-4 oleh Liverpool di Anfield di minggu sebelumnya. Alasannya, mereka beda kelas dengan Fulham, yang bahkan tak pernah menang lagi atas MU di Craven Cottage sejak 1964. Juga, skor 0-2 dan dua kartu merah yang diterima Scholes dan Rooney adalah terlalu "mencolok".
Kebalikan dari MU, Liverpool sedang mengalami titik balik. Mereka rupanya mampu menjaga momentum kemenangan dari Real Madrid di Santiago Bernabeu pada akhir Februari, lalu melakukannya lagi dengan lebih meyakinkan di Anfield -- menang 4-0 di leg II babak 16 besar Liga Champion -- , dan tentu saja dengan meremukkan MU pekan lalu.
On fire-nya Steven Gerrard cs diteguhkan dengan kemenangan telak tadi malam. Aston Villa, salah satu tim kuda hitam terbaik di musim ini, mampu dilumat lima gol tanpa balas. Pokoknya, Liverpudlians pasti sedang dalam gairah luar biasa pada timnya ini.
Sementara itu fans Chelsea boleh menyalahkan Luiz Felipe Scolari karena membuat tim London barat itu telat panas. Tapi, polesan Guus Hiddink mulai mengembalikan optimisme baru, bahwa harapan masih ada, bahkan tetap besar.
Kegagalan Hiddink sejauh ini baru kemarin malam. Ketika MU dicuri poinnya oleh Fulham, Chelsea juga begitu. Bertandang ke White Hart Lane, Petr Cech dkk kalah tipis 0-1, dan itu membuat mereka tak jadi merapat. The Blues sedikitΒ membiru.
Meski demikian, sisa delapan pertandingan (MU masih sembilan) menjadikan persaingan di antara ketiga tim tersebut ketat lagi. Yang menarik, sudah tidak ada jadwal pertandingan sesama mereka, padahal mengalahkan rival adalah salah satu cara terbaik untuk memperbesar peluang. Namun, mereka punya beberapa lawan yang cukup kuat termasuk Arsenal, yang masih akan bertarung melawan MU, Liverpool, dan Chelsea. (a2s/krs)










































