Gillet bersama rekannya yang juga asal Amerika Serikat, Tom Hicks, telah menjadi pemilik bersama Liverpool sejak tahun 2007 lalu. Awalnya keberadaan mereka diterima oleh para pendukung klub, namun seiring berjalannya waktu dan konflik yang terjadi di antara duo Amerika itu, fans menjadi geram dan sempat mengancam keduanya agar segera hengkang dari klub.
Bahkan beredar rumor Hicks dan Gillet ingin menjual Liverpool kepada pemilik baru yang diyakini berasal dari Timur Tengah. Ide ini muncul karena ketidaksanggupan keduanya membayar utang kepada bank usai mereka membeli Liverpool.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan Daily Mail, nilai aset Gillet yang berada di tim asal Kanada itu adalah 250 juta pounds (sekitar Rp 4,85 triliun). Nilai itu dirasa cukup untuk menutup kekurangan sisa utang kepada bank yang diperkirakan mencapai 350 juta pounds (sekitar Rp 6 triliun) yang temponya akan jatuh empat bulan lagi atau sekitar medio Juli 2009.
Meskipun demikian, Gillet membantah bahwa segala keputusan tentang penjualan aset telah dibuatnya. Yang dilakukannya saat ini hanyalah mengumpulkan beberapa penasihat keuangan untuk menilai keseluruhan aset yang dimilikinya.
"Kami telah menunjuk beberapa penasihat di berbagai negara untuk menilai aset kami. Kami telah mengontrak para profesional yang akan membuat beberapa tingkat perencanaan, namun ini tidak akan berkaitan dengan segala keputusan untuk menjual aset-aset mana pun," ungkap Gillet seperti dilansir Yahoosports.
"Kami dapat melakukan beberapa rekapitalisasi. Tetapi segala hal yang kami lakukan dan situasi yang ada di Liverpool adalah salah. Kami belum membuat keputusan apa pun," tegasnya.
(mrp/roz)










































