Villa saat ini terlempar dari posisi empat besar klasemen sementara Liga Primer, setelah sempat bercokol di posisi tersebut untuk waktu yang cukup lama. Anak asuh Martin O'Neill itu tettinggal tiga poin dari Arsenal yang duduk di posisi empat.
The Villans masih punya delapan pertandingan sisa untuk kembali ke tempat terhormat tersebut. Posisi empat besar harus diwujudkan musim ini karena, menurut Gabriel Agbonlahor, peluang tersebut bisa jadi akan makin sulit tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen untuk kembali merajut asa masuk empat besar datang akhir pekan ini saat menghadapi MU di Old Trafford. "Setan Merah" jelas lawan yang tangguh dan sulit dikalahkan, namun jika mampu meraih kemenangan, itu akan menjadi pendongkrak mental yang luar biasa buat Villa yang belakangan justru meraih hasil buruk.
MU adalah tim yang musim ini memiliki catatan kandang 12 kali menang, sekali kalah, dan sekali seri. Tapi Villa juga tak perlu kecil hati. Dalam dua laga terakhir "Setan Merah kalah, salah satunya terjadi di Old Trafford.
Rekor away Villa pun tidak jelek-jelek amat. Sepuluh kali kandang lawan mereka taklukkan, dan hanya lima kali tim asal Birmingham itu dipaksa bertekuk lutut oleh tuan rumah.
"Kini kami akan pergi ke markas United, di mana terakhir kali Villa menang ketika saya belum lahir. Namun tidak ada alasan kami tidak bisa mengubah nasib di sana. Banyak tim yang masuk ke Old Trafford yang sudah merasa menyerah sebelum bertanding," tukas pemain kelahiran 13 Oktober 1986 itu.
"Setiap laga kami anggap sebagai sebuah final dan saya berharap itu cukup untuk kami hingga akhir musim nanti," pungkasnya.
Old Trafford bukan tempat yang ramah buat Villa. Klub asal Birmingham itu harus menengok jauh ke belakang untuk mengingat kapan mereka pulang membawa kemenangan. terakhir kali MU kalah di kandang atas Villa terjadi pada 5 November 1983. Demikian diberitakan Yahoosport. (nar/din)










































