Shearer ditunjuk sebagai manajer pada hari pertama bulan April menggantikan Joe Kinnear yang berhalangan akibat alasan kesehatan. Delapan partai tersisa menjadi tanggungjawabnya mengerek posisi Michael Owen dkk.
Segalanya tidak berjalan baik bagi Super Al di laga debut yang ditandai dengan kekalahan 0-2 di tangan Chelsea. Kemenangan belum juga diraih karena di laga keduanya, The Toon harus puas dengan hasil seri 1-1 kontra Stoke City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski masih terbenam di posisi 18 alias di tempat terakhir zona degradasi, Newcastle sesungguhnya beruntung karena dua yang berada di atas mereka, Blackburn Rovers dan Sunderland, malah menderita kekalahan.
Namun Newcastle tidak bisa terus bergantung kepada hasil tim lain. Liga Inggris tinggal menyisakan enam pekan. Waktu terus berlari meninggalkan Owen cs dan kesempatan memperbaiki hasil sudah kian sempit.
Shearer sudah tidak bisa lagi hanya mengandalkan kharisma dan pengaruh nama besarnya untuk memperbaiki tim. Racikan strategi yang bagus dan pemilihan pemain yang tepat merupakan faktor yang lebih penting untuk dikedepankan.
Masalah kemampuan teknis memang sudah membayangi sejak detik pertama Shearer dipilih sebagai manajer. Nol-nya pengalaman mantan penyerang berusia 38 tahun itu membuat banyak pihak ragu dengan kemampuan Super Al.
Dengan segala kesulitan yang menghadang, toh Shearer masih sanggup optimistis. Terinspirasi dari penampilan The Tyneside di babak kedua melawan Stoke, Super Al tetap yakin kubunya akan selamat.
"Saya pikir semangat di babak kedua sangatlah hebat. Saya sudah bilang kepada anak-anak, kita harus melanjutkan itu di sisa musim ini," tegas Shearer pasca laga kontra Stoke di situs klub.
Di enam pertandingan tersisa, lawan yang sulit dikalahkan tinggal Liverpool. Sementara lawan sisanya seperti Tottenham, Portsmouth, Middlesbrough, Fulham dan Aston Villa, masih mungkin jadi tempat mendulang angka.
(arp/arp)











































