20 Tahun 'Hari Tergelap' Sepakbola Inggris

Tragedi Hillsborough

20 Tahun 'Hari Tergelap' Sepakbola Inggris

- Sepakbola
Kamis, 16 Apr 2009 01:40 WIB
20 Tahun Hari Tergelap Sepakbola Inggris
Liverpool - Rabu (15/4/2009) kemarin, Liverpudlian di seluruh dunia mengenang hari terkelam dalam sejarah perjalanan Liverpool. Di Anfield, air mata kembali menetes mengenang 20 tahun tragedi Hillsborough.

Sebanyak 96 orang fans Liverpool tewas dalam insiden di dalam Stadion Hillsborough, Kota Sheffield. Mereka terhimpit dalam kekacauan di jelang laga semifinal Piala FA antara Liverpool kontra Nothingham Forest.

Setiap tahun tragedi mengenaskan tersebut rutin diperingati oleh fans Liverpool di seluruh dunia. Khusus di Kota Liverpool, selalu digelar acara mengenang seluruh korban yang tewas dengan bertempat di Stadion Anfield.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 20.000 fans berkumpul di Anfield pada Rabu (15/4/2009) kemarin, mereka bersama-sama menyanyikan anthem "You'll Never Walk Alone" sambil menyalakan lilin untuk masing-masing korban jiwa yang sudah jatuh. Tak cuma fans yang datang, pemain The Reds dan bahkan petinggi klub ikut berbaur seakan ikut merasakan duka yang dirasakan keluarga korban.

Sebagai bentuk peringatan tragedi tersebut, di Liverpool, Sheffield dan Nottingham diadakan mengheningkan ciptas selama dua menit tepat pada pukul 3:06 sore. Itu merupakan waktu di mana pertandingan dinyatakan dibatalkan pada 15 April 1989.

Meski sudah terjadi 20 tahun lalu, hingga kini pihak keluarga korban masih menyuarakan ketidakpuasan terhadap hasil penyelidikan kejadian tersebut. Hasil penyelidikan yang dipublikasi pada 1991 hanya memuat soal penyebab insiden yang terjadi karena prilaku suporter, dan tanpa menyertakan kurang tanggapnya pihak-pihak berwenang yang seharusnya bisa bereaksi cepat terhadap kejadian tersebut.

Menteri Kebudayaan, Media dan Olahraga Inggris, Andy Burnham, juga telah meminta pihak kepolisian serta pelayanan publik serta pemerintah setempat untuk mempublikasikan semua bukti yang terkait dengan kejadian tersebut demi mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi pada bencana itu.

"Keluarga dari korban tragedi Hillsborough telah menderita akibat tragedi tersebut dan kesedihan yang mendalam selama 20 tahun itu dirasakan tanpa ada kejelasan," ungkap Burnham dalam pernyataannya seperti diberitakan Reuters. "Sangat penting untuk transparan dalam kasus ini, memberi informasi menyeluruh terhadap keluarga yang sudah ditinggal orang-orang yang mereka cintai."

Tragedi Hillsborough kemudian mengubah wajah sepakbola Inggris secara menyeluruh. Pagar pembatas antara penonton dan lapangan dihilangkan dari seluruh stadion di Inggris, selain itu tribun berdiri juga ditiadakan lagai. Budaya menonton fans Inggris juga ikut mengalami perubahan menyusul kejadian tersebut.

(din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads