Gengsi Piala FA barangkali masih dua tingkat di bawah Liga Champions. Namun tetap saja, kompetisi sepakbola tertua di dunia itu memiliki arti penting bagi setiap peserta.
Manchester United boleh dibilang menjadi tim yang paling berambisi untuk menjuarai Piala FA. Keinginan untuk menambahi titel Piala Dunia Antar-Klub dan Piala Carling dengan tiga gelar lain untuk melengkapi rekor quintuple masih sangat kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat rekor pertemuannya dengan MU musim ini, Everton akan jadi ganjalan serius. Dua kali keduanya bentrok, MU menang 1-0 di Old Trafford dan tertahan 1-1 kala harus melawat ke Goodison Park di Liverpool.
Everton barangkali kurang diunggulkan di semifinal nanti. Namun prajurit arahan David Moyes tak perlu kecil hati. Selain arenanya yang netral, kiprah Portsmouth yang mengalahkan MU di perempatfinal Piala FA musim lalu dan kemudian jadi juara layak ditiru.
Satu hari sebelumnya, sebuah partai yang lebih seru akan dipanggungkan di stadion yang sama. Dua tim London, yakni Arsenal dan Chelsea, bakal bentrok di semifinal lainnya.
Arsenal sedang mengalami kebangkitan memenangi lima pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris. Keberhasilan membekap Villarreal di Liga Champions juga menjadi poin plus The Gunners.
Chelsea juga tak kalah mengilat. Semenjak ditangani Guus Hiddink, Chelsea sudah mencatat sembilan kemenangan dan hanya dua kali seri serta sekali kalah.
Arsenal di atas angin karena di pertemuan pertama mereka mengungguli Chelsea 2-1 di Stamford Bridge. Bentrok di Piala FA ini akan jadi pertemuan kedua mereka sebelum pertarungan ketiga akan dilangsungkan awal Mei nanti di ajang Liga Primer.
Pertemuan Arsenal melawan Chelsea juga akan menjadi ajang tersisa untuk mendulang prestasi yang kansnya makin mengecil bagi keduanya. Di Liga Inggris, peluang mereka sudah sangat tipis. Sementara di Liga Champions, perjalanan keduanya masih cukup jauh dari akhir karena dua leg semifinal saja belum mereka jalani.
Foto: Cesc Fabregas (kanan) ketika berjumpa John Terry di Liga Inggris, 30 November 2008. Saat itu Arsenal menang 2-1. (Reuters)
(arp/roz)











































