Sebelum tahun 2009 tentunya sudah beberapa kali kedua pelatih ini terlibat perang kata-kata. Namun menyusul sengitnya persaingan Manchester United dan Liverpool jelang akhir musim kompetisi ini, tensi panas antara kedua kubu memunculkan titik didih baru.
Perang verbal antara kedua manajer ini (untuk tahun 2009) diawali pernyataan si orang Spanyol yang menuding Fergie telah "membunuh wasit". Rafa mengeluarkan pernyataan tersebut menyusul dicanangkannya kampanye untuk lebih menghormati wasit setelah korps baju hitam dianggap telah diperlakukan dengan tidak semestinya oleh pemain dan juga pelatih beberapa klub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronde I
Rafa: Kami sudah mengadakan pertemuan di Manchester bersama beberapa manajer dan FA terkait Respect Campaign, dan saya sangat paham dengan kondisinya. Lupakan kampanye tersebut karena Mr Ferguson sudah membunuh wasit, membunuh Mr (Martin) Atkinson, membunuh Mr Hackett. (9 Januari 2009)
Ferguson: Ada banyak bisa (racun) dari apa yang dikatakannya. Saat dia mengucapkan hal tersebut, dia pasti sadar kalau apa yang sudah dia katakan sesungguhnya merupakan hal yang konyol. (12 Januari 2009).
Ronde II
Ferguson: Saya harus lebih banya membaca buku-buku (Sigmund) Freud sebelum bisa memahami apa yang terlintas di kepalanya. (13 Maret 2009).
Rafa: Saya membaca buku Freud saat masih di sekolah dan universitas. (15 Maret 2009).
Ronde III
Rafa: Ini bukan psy war. Saya pikir dia cuma sedikit takut pada kami. (7 April 2009)
Ferguson: Dia akan menghadapi Liga Champions menantang Chelsea dan tetap membicarakan soal Alex Ferguson. Fantastis! Saya tak tahu kalau saya begitu penting. (11 April 2009).
Ronde IV
Rafa: Alex berbicara soal Liverpool. Saya sih tidak keberatan, tapi mungkin itu menunjukkan kalau dia dalam keadaan gugup. (11 April 2009)
Ferguson: Anda tak akan bisa memaafkan penghinaan seperti itu, dengan apa yang dia tunjukkan pada Sam Allardyce pekan lalu. (17 April 2009).
(din/krs)











































