Boleh jadi, karena Moyes baru identik dengan Everton, maka yang mengatakan hal ya orang Everton, tepatnya Bill Kenwright, yang tak lain adalah orang nomor satu di klub tersebut.
"Orang-orang Everton berutang semuanya pada David Moyes. Dia bersedia menerima klub ini saat sedang terbenam," tutur Kenwright kepada BBC, dua hari setelah The Toffees menyingkirkan Manchester United dan lolos ke final Piala FA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moyes adalah mantan seorang bek tengah yang pernah bermain di tujuh klub di daratan Inggris. Namun, dari tujuh itu yang terkenal hanya Celtic, di mana ia memulai karirnya sebagai pemain profesional, dari 1980-1983.
Ia memulai karirnya sebagai manajer sejak 1998 dengan menukangi klub divisi rendah Liga Inggris, Preston North End, yang adalah klub terakhirnya sebagai pemain. Empat tahun kemudian ia ditunjuk untuk membesut Everton.
Hingga kini Moyes belum punya medali, kecuali gelar divisi dua bersama Preston di tahun 2000. Namun, di level individu ia pernah dua kali dinobatkan sebagai manager of the year oleh asosiasi manajer Liga Inggris, di tahun 2003 dan 2005.
"Waktu David datang, saya tak pernah mempedulikan pertandingan pertama di awal musim. Yang saya perhatikan adalah siapa tim terakhir yang harus kami kalahkan untuk menghindari kata 'R' -- relegation (degradasi)," ucap Kenwright lagi.
Secara khusus ia memuji Moyes yang bisa membukukan kesuksesan dengan sumber daya terbatas. "Kami pernah punya Wayne Rooney dan dia sudah pergi. Setiap musim kami tak punya uang. Tapi sekarang kami sudah menanjak, dan saya pikir kita bisa benar-benar mengatakan bahwa kini kami masuk klub enam besar lagi."
"Dia tak pernah ada di rumah. Dia selalu ada di berbagai pertandingan, di luar negeri maupun di divisi-divisi lain, dan dia sungguh komit pada Everton."
Everton menjungkalkan MU di semifinal Piala FA lewat adu penalti, dan untuk pertama kalinya masuk final turnamen tertua di dunia itu sejak 1995.
(a2s/roz)











































