Pemain timnas Inggris itu ditangkap polisi di luar sebuah klub malam bernama Punk, yang berlokasi di Soho Street, London, pada Minggu dinihari waktu sempat. Ia sempat digelandang ke sel tahanan sebelum dibebaskan dengan uang jaminan.
Ceritanya, Wahib Butt yang bekerja sebagai penjaga pintu pub tersebut melarang King masuk karena dianggap terlalu mabuk. Pertengkaran pun terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta dia pergi, tapi dia malah mengayunkan tangannya ketika saya melengos, dan memukul muka saya sebelah kiri."
"Sebagai pemain timnas Inggris, dia semestinya menjadi panutan. Tapi kelakukannya sungguh mengerikan. Saya akan merasa hancur kalau dia tidak dituntut," sambung pria berusia 22 tahun tersebut.
"Saya tidak mengenali dia dan mengatkan, 'Aku tak peduli siapa tahu. Kamu tak boleh masuk'."
Pertengkaran makin hebat dan King nyap-nyap makin vulgar. Butt mengatakan dirinya mulai dimaki-maki dengan kata-kata kotor. Ketika atasan Butt turun tangan, King tetap marah dan juga menghina orang teresebut.
"Lalu dia bilang, 'Kalian orang-orang kulit putih, itu sebabnya kalian berlaku rasis padaku dengan tidak membolehkan aku masuk."
King lalu menyerang Butt dan memukulnya secara telak. Seorang karyawati yang hendak menenangkan dirinya malah ia dorong. Ketika petugas polisi datang pun ia masih marah-marah di dalam mobil.
Butt juga menuturkan bahwa dia sempat mengaku suporter Liverpool. Reaksi King adalah "Oh, jadi kamu itu suporter di gendut (Steven) Gerrard toh?"
Sementara itu King telah melayangkan permintaan maaf melalui situs resmi Spurs, termasuk kepadaΒ manajer Harry Redknapp. Ia mengakui tindakannya tersebut sangat tidak pantas, namun menyebut hal tersebut bukanlah karakter dia yang sesungguhnya.
(a2s/arp)











































