"Saya sudah berpikir kalau tahun depan akan menjadi tahun terakhir saya. Saya masih memiliki satu tahun tersisa di kontrak, dan tahun ini saya menjalani musim yang tak bagus. Kalaupun musim depan membaik, saya belum tahu bagaimana selanjutnya," ungkap Scholes pada Telegraph seperti diberitakan Goal.
Diungkapkan Scholes, kondisi fisik yang semakin menurun terkait usianya yang sudah 34 tahun menjadi salah satu alasan dia memutuskan berencana pensiun. Hal lain adalah cedera lutut yang dalam beberapa musim terakhir rutin mendatanginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah dengan mata masih saya rasakan, tapi saya mulai terbiasa dengan hal itu dan itu bukan masalah lagi. Saya keluar masuk dalam skuad musim ini dan saya benar-benar harus berjuang, untuk bisa bermain sekali dalam 10 hari," sambung dia.
Soal rencananya usai pensiun nanti, pesepakbola yang sepanjang karirnya mengabdikan diri buat The Red Devils itu mengaku tak menutup kemungkinan untuk menjadi pelatih. Namun yang pasti dilakukannya di masa purna bakti nanti adalah lebih mendekatkan diri dengan keluarganya, sesuatu yang sulit dia lakukan saat masih aktif bermain.
"Saya tak akan menutup kemungkinan untuk bekerja dalam manajemen. Lihat dahulu bagaimana kepelatihan, tapi saya ingin menjadi manajer suatu saat nanti. Saya tak tahu apakah itu akan terjadi, tapi saya pikir saya akan menjalaninya sesuai dengan kebutuhan yang datang nanti."
"Saya ingin lebih menghabiskan waktu bersama keluarga, musim ini adalah yang terburuk dalam konteks 'kepergian' saya (dari keluarga)," pungkas pesepakbola yang sudah melakoni lebih dari 400 pertandingan bersama "Setan Merah" itu.
(din/krs)











































