Dua kubu yang sama-sama didominasi warna biru itu akan memanggungkan duel puncak di Stadion New Wembley, Sabtu (30/5/2009) malam WIB. Di babak semifinal, mereka mengalahkan lawan-lawan yang bisa dibilang adalah calon kuat juara.
Chelsea secara meyakinkan mengandaskan harapan Arsenal di semifinal. Sempat tertinggal 0-1, gol Florent Malouda dan Didier Drogba memastikan kemenangan 2-1 bagi Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi Everton yang gemilang di piala FA musim ini, ditambah dengan keberadaan Cahill, membuat Hiddink cemas 'Si Biru' bakal disulitkan oleh klub asal Meyserside itu.
Kejeniusan Cahill dinilai Hiddink bisa menjadi senjata tambahan bagi Everton untuk membuat Chelsea mengakhiri musim tanpa satu pun trofi di tangan.
Apalagi Hiddink kenal betul karakter pemain 29 tahun itu mengingat keduanya pernah bekerja sama saat Hiddink menangani timnas Australia tahun 2006.
"Saya selalu merasa sedikit takut jika kata 'jenius' digunakan. Saya manusia dan bisa membuat kesalahan," ungkap Hiddink yang dilansir AFP.
"Tapi tentu saya tahu Tim (Cahill) ketika melatih Australia. Senang rasanya memiliki dia di skuadku, Namun tidak bagus, jika ia menjadi musuhku."
Sejak pindah dari Milwall pada 2004, gelandang bertinggi badan 178 cm itu langsung menjadi motor di lini tengah klub yang bermarkas di Goodison Park itu. Lima tahun berkarir di sana, ia telah bermain sebanyak 131 kali dan menyumbang 37 gol.
"Dia sangatlah menentukan. Everton sangat terorganisir dan ketika sedang berada dalam level disiplin yang tinggi, ia adalah seorang yang dapat membuat perubahan besar," demikian Hiddink.
(mrp/din)










































