Hiddink menceritakan suasana yang terjadi di ruang ganti Chelsea di dalam Stadion Wembley, setelah mereka mengalahkan Everton 2-1 dan meraih piala pertama dalam dua tahun terakhir. Pastinya hanya ada pesta dan kegembiraan di tempat tersebut.
"Ada pesta tarian, semua orang berpartisipasi, para pemain dan staf," tutur pria 62 tahun itu itu saat memberi keterangan pers seusai pertandingan, Sabtu (30/5/2009) malam WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga melakukan beberapa gerakan bagus, ala Afrika. Setidaknya, saya berpikir begitu! Roman (Abramovich) juga menari bersama kami. Dia bukan laki-laki yang banyak omong, tapi dia ikut larut dalam pesta ini," sambungnya, seperti dikutip dari AFP.
Hiddink lalu melanjutkan pada sesi yang lebih "serius", membawa suasana menjadi emosional. Itulah saatnya dia memberi pidato perpisahan di dalam stadion, karena selanjutnya ia akan kembali bekerja penuh sebagai pelatih timnas Rusia, sebagaimana kontraknya di Chelsea memang hanya sampai akhir musim.
"Saya mengumpulkan para pemain dan staf teknis di ruangan lain, karena saya takkan punya kesempatan lain untuk berbicara pada mereka."
"Saya berbicara kira-kira lima menit, berterima kasih pada mereka dengan penuh emosi, atas cara kami bekerja sama dalam empat bulan terakhir ini."
"Sekarang saya pikir stabilitas adalah sebuah kebutuhan besar untuk klub ini. Mereka telah membuat terlalu banyak perubahan di tahun-tahun sebelumnya, dan mereka sendiri telah menyadarinya."
"Mereka perlu strategi jangka panjang sehingga bisa membangun sebuah tim dan mempertahankan performa tinggi mereka. Para pemain tahu kemampuan mereka. Kemenangan ini mungkin bisa menjadi fondasi untuk masa depan. Mereka telah memperlihatkannya, bahwa mereka bisa." (a2s/a2s)











































