Pendapatan dari kompetisi teratas klub se-Eropa itu dicatat The Sun sudah meningkat dua kali lipat dari jumlah yang didapat tiga tahun lalu. Ini signifikan buat keempat tim 'big four' Inggris --Manchester United, Liverpool, Chelsea dan Arsenal.
MU, yang juara Liga Primer dan finalis Liga Champions, mendulang uang terbesar dari ketiga tim saingannya. 'Setan Merah' mendapat 90 juta poundsterling (Rp 1,5 triliun) dari hadiah uang dan siaran televisi seluruh kompetisinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsenal yang ditekuk MU di semifinal Liga Champions dan hanya menempati posisi empat klasemen akhir Liga Primer mendapatkan 74,3 juta poundsterling, jauh lebih banyak dari Everton (posisi lima klasemen) dengan pemasukan 49,5 juta poundsterling. Total 23,4 juta poundsterling (Rp 391 miliar) Arsenal dapat dari Liga Champions saja.
Angka-angka ini sendiri belum termasuk pendapatan dari tiket dan pernak-pernik. Tim 'big four' disebutkan juga mendominasi pemasukan di sektor ini.
Kesenjangan yang kian melebar semacam ini tak luput dari perhatian UEFA. "Kami menyadari melebarnya ketidakseimbangan antara yang kaya dengan yang kurang kaya. Kami sedang bicara dengan klub-klub untuk menelaah apa ada cara untuk mendistribusikan uang ke liga domestik sehingga kesenjangan tidak terlalu besar," kata seorang sumber di UEFA.
Bos-bos klub Liga Primer kabarnya juga berencana berkumpul pekan ini untuk menggelar rapat musim panas. Salah satu agenda utamanya adalah pemasukan dari hak tayang di TV.
"Ada perasaan di antara para chairman klub bahwa distribusi bayaran dari siaran langsung bisa lebih adil," kata seorang chairman yang dikutip The Sun.
Disebutkan bahwa klub seperti MU mendapatkan total 12 juta poundsterling (Rp 200 miliar) setelah tak kurang dari 25 pertandingannya ditayangkan langsung. Sebaliknya, ada delapan klub Liga Primer lain yang cuma mendapatkan total minimal sebesar 4,8 juta poundsterling saja.
(krs/din)











































