Benitez bersama Liverpool pernah membekuk Ancelotti yang menahkodai AC Milan di partai puncak Liga Champions 2004/05. Dua musim kemudian, keduanya kembali bertemu di final Liga Champions. Baik Benitez atau pun Ancelotti masih menukangi tim yang sama. Hasilnya, giliran Ancelotti yang menang.
Kini, Benitez dan Ancelotti memiliki kesempatan saling mengadu strategi lebih sering. Hal itu terjadi usai Don Carletto ditunjuk sebagai manajer Chelsea, menggantikan Guus Hiddink yang masa tugasnya telah berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami saling berhadapan di dua final Liga Champions. Kemenangan kami di Istanbul merupakan malam yang fantastis. Di perjumpaan kedua, mereka (Milan) mengalahkan kami dan kala itu taktik AncelottiΒ lebih jitu," tambah pemain berpanggilan Stevie G ini.
Gerrard menilai di tangan Ancelotti, Chelsea akan menjadi semakin berbahaya. Ia pun tak sabar untuk menantikan pertarungan strategi antara Senor Rafa kontra Don Carletto selanjutnya. "Mereka berdua adalah manajer yang fantastis dan kehadiran mereka akan membuat Liga Primer lebih menarik."
"Keduanya sangat ingin menjajaki satu sama lain, menguji kemampuan satu sama lain. Jadi saya yakin Rafa dan Ancelotti sudah siap untuk kembali berhadapan," tutup pemain bernomor punggung delapan itu.Β Β Foto: Carlo Ancelotti dan Rafael Benitez (Reuters) (roz/arp)











































