Pekan lalu, nama Martinez sudah nyaring terdengar sebagai arsitek anyar The Latics menggantikan Steve Bruce yang hijrah ke Sunderland. Swansea City, majikan Martinez, sudah mengizinkan dia bernegosiasi dengan Wigan setelah mendapat kompensasi.
Namun persoalan datang seputar pembantu-pembantu Martinez. Negosiasi lanjutan harus digelar karena pria 35 tahun itu membawa asisten manajer Graeme Jones, pemandu bakat Kevin Reeves, pelatih kiper Inaki Bergara dan masseur Oscar Brau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir kedua klub tidak benar-benar senang dengan angka kompensasi yang disepakati untuk para backroom staff itu," ujar ketua Swansea Huw Jenkins seperti dikutip Setanta.
"Tetapi saya pikir kedua klub menyadari bahwa persoalan ini harus segera dituntaskan agar kami bisa bergerak maju dan bersiap menghadapi musim baru," tukas Jenkins cepat.
Walau berusia muda, Martinez yang menangani Swansea sejak Februari 2007 sukses membawa klub asal Wales itu menjuarai League One (Divisi 2) dua musim silam. Pada musim yang baru berakhir, Swansea dibawa pria 35 tahun itu finis di posisi delapan di Championship.
Martinez sendiri pernah membela Wigan sebagai pemain pada 1995 hingga 2001.
"Saya senang bisa kembali ke Wigan. Seperti Anda tahu, saya punya masa yang hebat di sini sebagai pemain dan klub ini selalu berada di hati saya," sambut Martinez.
"Klub ini bermain hebat di lima tahun terakhir. Masuk Liga Primer dan bertahan. Musim lalu, mereka tidak cuma bertahan tetapi mampu naik di klasemen. Saya ingin melanjutkan kerja bagus Steve Bruce di sini," janjinya.
(arp/din)










































