Musim lalu, City mencatat transfer termahal Liga Primer dengan mendatangkan Robinho. Saat itu, striker asal Brasil tersebut diboyong dari Real Madrid dengan daan 32,5 juta poundsterling.
Selanjutnya di bursa transfer Januari 2009 City menawarkan 100 juta poundsterlingΒ untuk memboyong Kaka dari AC Milan. Namun saat itu Kaka gagal didapatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya frustrasi dengan asumsi masyarakat bahwa kami selalu dianggap mengajukan tawaran gila dalam transaksi. Kami dianggap tidak mengerti harga dan kami tidak bisa bernegosiasi," ujar chairman City Khaldoon al Mubarak seperti dilansir dari Sky Sports.
"Dalam kasus Kaka misalnya, ketika kami mengajukan penawaran, kami disebut 'Manchester City sudah gila' atau 'City tak bertanggungjawab'," tambah al Mubarak.
IaΒ menjelaskan, bahwa tawaran-tawaran selangit itu bukanlah keinginan City sepenuhnya. "Ada beberapa situasi di mana pemain yang berharga 10 juta poundsterling, ditawarkan 20 juta poundsterling kepada kami."
Untuk bursa musim panas 2009, City mempercayakan sepenuhnya pemilihan pemain pada manajer Mark Hughes. "Kunci untuk kami adalah mempercayai Mark Hughes. Semua pembelian pemain berdasarkan pandanganya," ujar chairman City itu.
"Yang jelas kami akan menjual sejumlah pemain dan akan merekrut empat hingga enam pemain lagi," pungkasnya.
Sejauh ini, City telah mendapatkan Gareth Barry sebagai amunisi guna menghadapi musim depan. Barry ditebus dengan nilai 12 juta poundsterling dari Aston Villa.
(nar/krs)










































