Ancelotti mulai musim ini akan berkarir di luar negaranya setelah membesut AC Milan dalam delapan tahun terakhir, dan sebelumnya menukangi Reggiana, Parma, dan Juventus. Dalam tiga tahun ke depan sejak sekarang ia bekerja untuk Chelsea.
"Aku di sini untuk memenangi Liga Champions. Untuk itu mereka membawaku," tutur Ancelotti dalam jumpa pers resmi pertamanya sebagai arsitek The Blues, Senin (5/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sewaktu ditanya apakah Chelsea menjadikan turnamen Eropa itu sebagai prioritas utama, Ancelotti menjawab: "Tentu saja tidak. Buat Chelsea, sangatlah penting untuk memenangi semua kompetisi. Tidak ada kekhususan."
Ancelotti sangat berpengalaman di kancah Liga Champions. Sebagai pemain ia pernah juara Eropa dua kali, begitu juga saat menjadi pelatih. Semuanya ia lakukan dalam balutan kostum Rossoneri.
Pria 50 tahun itu juga menyadari dirinya pasti akan dibanding-bandingkan dengan Jose Mourinho, yang telah ditahbiskan sebagai manajer tersukses di Chelsea. Namun ia menghindari membuat komparasi pribadi.
"Aku tidak tahu apapun soal 'Special One', dan tak ingin membuat perbandingan dengan manajer-manajer lain. Aku menaruh hormat pada mereka. Aku punya hubungan baik dengan banyak dari mereka. Aku cuma ingin membicarakan caraku melatih," tuturnya, dikutip dari Channel4.
Tentang Leonardo, figur yang mengisi tempatnya di Milan, ia mengatakan, "Dia temanku. Aku pikir dia punya kesempatan yang sangat besar dan aku yakin, dengan banyak bantuan dari Mauro Tassotti (asisten pelatih), dia akan bekerja dengan sangat baik."
Ancelotti juga dihadapkan pada kemungkinan dia lebih sering berhubungan dengan Fabio Capello, sang pelatih timnas Inggris. Seperti diketahui, Capello juga bagian dari sejarah AC Milan.
"Di tahun-tahun terakhirku sebagai pemain Milan, dia adalah manajerku. Aku punya hubungan yang bagus dengan dia, (dan dua asistennya) Franco Tancredi dan Italo Galbiati. Sekarang dia punya tanggung jawab besar dan aku rasa kami akan terus berhubungan baik."
Terakhir, Ancelotti membandingkan dua bos besar kedua klub, Silvio Berlusconi dan Roman Abramovich.
"Aku telah bicara dengan (Berlusconi) dua kali. Dia mendoakan aku untuk petualangan (di Inggris) ini. Selama delapan tahun di Milan aku memahami bahwa Berlusconi adalah fans klub nomor satu, dan aku pikir Roman juga seperti itu."
(a2s/roz)











































