Selama periode 2001 sampai 2006, MU punya sosok bomber luar biasa di diri Nistelrooy. Dalam musim pertamanya saja penyerang Belanda itu sudah bikin 23 gol dari 32 laga liga, bikin 10 gol Liga Champions dan meraih penghargaan Pemain Terbaik versi PFA.
Sepeninggal kepergian Nistelrooy ke Real Madrid tahun 2006 silam, lini depan 'Setan Merah' memang sudah diisi sejumlah pemain hebat seperti Wayne Rooney, Carlos Tevez atau Dimitar Berbatov. Tapi boleh jadi itu belum cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manajer bilang bahwa dia sudah menyediakan sesuatu yang kami tidak punya. Dia (Owen) adalah predator di kotak penalti dan itu sesuatu yang tidak kami miliki semenjak Nistelrooy pergi," ujar Giggs di Goal.
Bukan hanya kemampuan bikin gol saja yang bikin Owen jadi mirip Nistelrooy. Giggs menilai kalau keduanya juga punya mentalitas serupa.
"Yang bagus dari Michael selama tahun-tahun ini adalah jika dia luput memanfaatkan peluang, itu sama sekali tidak mengganggunya sedikit pun. Ruud punya mentalitas yang sama," kata pemain senior MU itu.
Sejauh ini, Owen juga tampil menjanjikan dalam tur pra-musim MU ke Asia. Dari empat pertandingan persahabatan, Owen jadi topskorer 'Setan Merah' dengan empat gol.
"Michael membuktikan apa yang kami semua tahu, bahwa dia adalah pencetak gol hebat. Dia bikin segala macam tipe gol. Mereka semua lahir di dalam kotak penalti dan di sanalah dia bekerja. Di situ dia menjadi hidup."
"Datang ke MU sudah memberinya kehidupan baru," tandas Giggs merujuk kepada masa-masa sulit Owen di klub sebelumnya, Newcastle United, yang akhir musim lalu terkena degradasi.
(krs/din)











































