Enam tahun lalu, Abramovich membeli Chelsea. Klub London itu pun diguyur pengusaha Rusia tersebut dengan uang untuk membeli pemain dan membentuk skuad tangguh.
Datangnya Abramovich tak pelak sudah memberi kontribusi dalam membawa prestasi untuk Chelsea. Tapi sosoknya sendiri masih misterius, terlebih dia tak pernah mau diwawancara dan menyerahkan tanggung jawab itu ke Peter Kenyon selaku Chief Executive Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia cukup sederhana. Anda melihatnya dengan arloji plastik, mengenakan baju hangat dan sepatu yang biasa-biasa saja," kata Di Santo kepada Ole yang dikutip Daily Mail.
Pemuda berusia 20 tahun asal Argentina itu sendiri mengaku sebenarnya tak terlalu banyak berkomunikasi dengan Abramovich. "Dia menyuruhku untuk lebih sering bicara bahasa Inggris, tapi dia sendiri tak banyak bicara, jadi itu masalah kami," gurau dia.
Selain kesan yang dia dapat dari pengamatan terhadap Abramovich tadi, ternyata juga ada kisah tentang sang pemilik yang beredar secara turun temurun di ruang ganti Chelsea dan sudah seperti jadi mitos.
Menurut Di Santo, rekan-rekannya di klub London itu mengisahkan bahwa keputusan Abramovich membeli Chelsea tahun 2003 silam diambil setelah melihat Stamford Bridge dari helikopter.
"Itu yang mereka bilang kepadaku. Dia juga disebut menginginkan banyak hal lain, tapi itu semua sudah jadi milik Ratu (Inggris)," seloroh Di Santo.
(krs/din)











































