sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 31 Jul 2009 19:00 WIB

Goodbye, Sir Bobby Robson

- detikSport
Jakarta - Semasa menjadi pemain, tak banyak catatan mengesankan yang dibuat oleh Bobby Robson. Tapi kala banting setir menjadi pelatih, prestasi tim asuhannya bersinar terang.

Sikapnya yang rendah hati membuat Robson dihormati oleh para pemain dan pelatih lawan, serta fans klub yang ia tangani dan fans klub lawan. Ia juga yang menjadi mentor dari seorang Jose Mourinho.

Inilah kisah seorang Sir Bobby Robson

*Lahir di Sacriston, County Durham, Inggris pada 18 Februari 1933.

Karir sebagai pemain
*Meniti karir sebagai pemain di Fulham meski pada saat bersamaan masih bekerja sebagai tukang listrik di National Coal Board pada tahun 1950. Robson muda bermain sebagai penyerang.

*Digaet West Bromwich Albion pada tahun 1956 dengan harga 25 ribu poundsterling. Itu adalah rekor pembelian untuk WBA.

*Kembali ke Fulham pada Agustus 1962. Hingga menerima pinangan klub Kanada, Vancouver Royals, pada 1967, Robson gagal memenangi satu pun titel bergengsi.

*Meski gagal membawa klubnya berprestasi, Robson 20 kali memperkuat timnas Inggris. Ia mencetak dua gol di debutnya, yakni saat Inggris menang 4-0 atas Prancis. Tapi total, ia hanya mencetak empat gol.

Karir sebagai pelatih
*Menangani Fulham sejak Januari 1968. Hasil akhirnya, Robson gagal menyelamatkan The Cottagers dari degradasi ke Divisi Dua (lama). Ia pun dipecat.

*Robson mengarsiteki Ipswich Town mulai 1969. Setelah empat tahun yang mengecewakan, musim 1972-73 Fulham dibawanya menduduki peringkat empat klasemen akhir.

*Tahun 1978, Ipswich dibawa Robson menjuara Piala FA setelah mengalahkan Arsenal dengan skor 1-0 di partai final.

*Ipswich menjadi juara Piala UEFA pada tahun 1981. Di final, The Blues unggul 5-4 secara agregat atas klub Belanda, AZ Alkmaar.

*Keberhasilan menangani Ipswich berbuah kepercayaan membesut timnas Inggris pada tahun 1982, hanya dua hari setelah Inggris tersingkir dari Piala Dunia 1982.

*Inggris kalah dari Argentina melalui gol kontroversial Diego Maradona di Piala Dunia 1986. Empat tahun kemudian, The Three Lions sukses maju ke semifinal, tetapi kalah dari Jerman Barat lewat adu penalti.

*Hijrah ke Belanda untuk menangani PSV Eindhoven tahun 1990. Klub Belanda itu jadi juara Liga Belanda pada tahun 1991 dan 1992.

*Tahun 1992, menangani Sporting Lisbon dan mulai bekerjasama dengan Jose Mourinho yang saat itu jadi penerjemah untuknya. Ia dipecat Sporting Desember 1994.

*Dua tahun kemudian hijrah ke FC Porto dan menunjuk Mourinho sebagai asistennya. Memenangkan Piala Portugal tahun 1994 dan Liga Portugal 1995 dan 1996 untuk O Dragoes.

*Lagi-lagi membawa Mourinho saat menjadi pelatih Barcelona tahun 1996. Mendatangkan pemuda hebat bernama Ronaldo dari PSV Eindhoven dengan harga 19,5 juta dolar AS.

*Diasuh Robson, Barcelona menjuarai Piala Super Spanyol 1996, Piala Raja 1997 dan Piala Winners tahun yang sama.

*Tahun 1998, kembali menangani PSV, tetapi gagal menghadirkan prestasi. Akhirnya, tahun 1999 ia kembali ke Inggris mengarsiteki Newcastle United.

*Membawa Newcastle ke peringkat empat Liga Primer Inggris musim 2001-02 dan finis ketiga semusim berikutnya.

*Dipecat Newcastle pada awal musim 2004-05 akibat permulaan yang buruk. Januari 2006, ia menerima jabatan penasihat untuk timnas Irlandia dan mundur dari posisi itu pada November 2007.

*Mendapatkan gelar Commander of the British Empire (CBE) tahun 1990 dan pada tahun 2002 mendapat gelar Sir dari Kerajaan Inggris atas jasa-jasanya untuk sepakbola.

Riwayat kesehatan
*Sejak 1991, Robson didiagnosa menderita kanker. Tahun 2006, ia dioperasi akibat tumor otak.

*31 Juli 2009, Robson meninggal di usia 76 tahun.


(arp/a2s)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed