Filosofi Keju Carlo Ancelotti

Filosofi Keju Carlo Ancelotti

- Sepakbola
Minggu, 02 Agu 2009 19:18 WIB
Filosofi Keju Carlo Ancelotti
London - Carlo Ancelotti punya rahasia sukses yang membuatnya meraih banyak prestasi bersama AC Milan. Italiano yang kini menukangi Chelsea itu belajar dari cara orang tuanya membuat keju.

Dua gelar Liga Champions, satu tropi Kejuaraan Dunia Antarklub serta satu titel Scudetto menjadi raihan tertinggi Ancelotti selama delapan tahun membesut Milan. Di Chelsea, dia kini diharapkan mampu memberi sukses serupa, utamanya untuk titel Eropa.

Dalam wawancara terbarunya dengan Sunday Mirror, seperti dikutip dari Goal, pelatih yang akrab disapa Carletto itu membeberkan rahasia dibalik sukses yang sudah dia raih. Sebuah rahasia yang berawal dari keluarganya saat dia masih kecil berpuluh tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ayah saya adalah seorang petani. Saya memerah susu sapi dan memotong rerumputan serta ilalang. Produk yang paling penting adalah susu, yang bisa menghasilkan keju parmesan (keju khas Italia). Dan pelajaran terbesar yang saya dapat dari hal itu adalah bersabar," ungkap Ancelotti.

"Karena siapapun yang memproduksi parmesan kini, dia harus menunggu setidaknya satu tahun sebelum segalanya siap untuk bisa membuat keju," sambung dia berfilosofi.

Meski meraih banyak sukses bersama Milan, Ancelotti memang butuh proses yang cukup panjang. Resmi melatih Rossoneri sejak 2001, Don Carletto baru bisa memberi titel pertama dua tahun kemudian dalam ajang Copa Italia di musim 2002–03.

Setelah itu barulah Milan bisa memetik buah hasil kerja Carletto dengan berturut-turut memenangi Seri A (2003–04), Superv Italia (2004), Liga Champions (2002–03 dan 2006–07) serta Piala Super UEFA (2003 dan 2007) dan Kejuaraan Dunia Antarklub (2007).

"Anda menanam hari ini dan memanennya satu atau dua tahun kemudian. Inilah filosofi saya dengan sepakbola. Ini adalah gaya saya, cara hidup saya. Anda tak boleh mencemaskan hasil. Jika Anda melakukan hal dengan benar, maka titel itu akan datang," pungkas Carletto.

Pernyataan Carletto ini bisa diartikan kalau dia meminta waktu andai gagal memberi The Blues gelar juara tahun ini. Sayangnya, sang bos besar, Roman Abramovich justru terkenal kurang sabar jika membicarakan titel juara. Luis Felippe Scolari dan bahkan Jose Mourinho sudah membutikan sendiri hal tersebut.

(din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads