Sempat tertinggal di babak pertama, Chelsea sukses membalikkan keadaan setelah Ricardo Carvalho dan Lampard menjebol gawang Ben Foster di babak kedua. Adalah gol sang gelandang yang kemudian memicu kontroversi karena dalam prosesnya diwarnai benturan Michael Ballack terhadap Patrice Evra.
Gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-1 tersebut terjadi saat Evra tengah tergeletak di tengah lapangan. Bukannya membuang bola, pemain-pemain Chelsea justru terus melancarkan serangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai pertandingan, Lampard menilai gol yang dianggap kontroversial itu sah-sah saja. Pertimbangannya adalah wasit yang tidak meniup peluit untuk menghentikan pertandingan.
"Semua orang harus melihat kembali aturannya. Semuanya berada di tangan wasit untuk menghentikan pertandingan, dan MU hanya menghentikannya saat pemain mereka yang jatuh di lapangan," ungkap Lampard seperti diberitakan Skysports.
Selain menolak kalau golnya dinyatakan tak sah, Lampard juga membela diri dengan menyatakan kalau pemain MU akan melakukan hal yang sama jika kondisi tersebut terjadi pada mereka.
"Itu ada dalam aturan, saat wasit memutuskan berhenti maka itu akan berhenti. Kami (memutuskan) melanjutkannya, dan saya yakin MU akan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisi tersebut," pungkas dia.
(din/arp)











































