Melalui adu penalti, Chelsea yang datang ke Community Shield sebagai juara Piala FA sukses melipat juara Liga Inggris Manchester United 4-1 (2-2) di Stadion Wembley, Minggu (9/8/2009).
Sebuah kemenangan yang layak dipetik Chelsea. Sempat tertinggal, anak-anak asuh Carlo Ancelotti bangkit untuk membalikkan keadaan. Meski Wayne Rooney nyaris mematahkan mimpi juara mereka, akhirnya Chelsea-lah yang bertahta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah permulaan yang penting di awal musim. Kami masih harus berkembang karena kami sedikit berubah. Kita masih harus bekerja, tapi kami bisa tenang," ujar Ancelotti di laman web klubnya.
"Saya sangat senang dan saya sangat mengerti para pemain saya.Β Saya senang dengan organisasi klub ini. Kami siap memulai sebuah musim yang sangat penting dan ingin berbuat yang terbaik," imbuh dia.
Wajar bila asa untuk melihat Chelsea kembali berjaya di ajang yang lebih akbar, yakni Liga Primer, mengudara. Sudah tiga tahun berlalu sejak 'Si Biru' memenangi titel Premiership terakhirnya di musim 2005-06.
Di tangan Ancelotti, harapan itu bisa terus dipupuk. Mental dan strateginya juara. Pelatih berusia 50 tahun itu sudah membuktikannya dengan satu gelar Liga Italia, satu Coppa Italia dan dua titel Liga Champions kala membesut Milan.
Perbaikan di Chelsea sudah terlihat sejak kali pertama Ancelotti menangani klub London barat itu. Serangkaian performa apik saat memenangi laga ujicoba ternyata bisa dipertahankan ketika bertemu dengan lawan yang setara.
Penampilan apik Chelsea membuat mereka menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menjuara Premiership di samping MU, Liverpool dan Arsenal. Lebih lanjut, di mata Ancelotti, lawan terberat klubnya menuju tangga jawara adalah MU, sang juara bertahan.
"Manchester akan jadi lawan terpenting kami di Premiership. Mereka adalah sebuah tim hebat dengan pengalaman yang juga hebat," tuntas Ancelotti.
(arp/din)











































