Musim lalu adalah musim keempat secara berturut-turut tim Meriam London gagal mencapai trofi. Di kompetisi Liga Primer, langkah mereka sempat tidak meyakinkan. Bersaing ketat dengan Aston Villa, Arsenal akhirnya mengakhiri musim di tangga keempat.
Almunia pun turut prihatin dengan prestasi timnya. Secara khusus simpati diberikan penjaga gawang utama Arsenal itu kepada sang manajer, Arsene Wenger.
"Ketika Anda tidak memenangi apa-apa seiring dengan berjalannya waktu, maka situasinya akan menjadi tidak mudah bagi sang bos," kata Almunia seperti dikutip dari Skysports .
Menurut shot-stopper berkebangsaan Spanyol itu, Wenger menyimpan derita di dalam hatinya.
"Di sini, saya bisa setiap hari melihat ekspresi wajahnya. Ia selalu kalem dan rileks. Namun saya pikir, di dalam hatinya ia menderita karena gagal memberikan apa yang diinginkan suporter. Apalagi, kesabaran suporter lama kelamaan bisa habis," lanjut Almunia.
Banyak opini yang mengatakan kebijakan Wenger mengandalkan pemain muda sebagai kegagalan Arsenal berprestasi. Almunia menentang pendapat itu.
"Manajer adalah orang yang sangat berpengalaman dan berjuang keras untuk melakukan sesuatu yang berbeda: tidak belanja jor-joran dan memberikan kesempatan bagi pemain muda," kata kiper berusia 32 tahun itu.
"Saya berharap dan saya pikir ia akan mendapat penghargaan pada suatu hari nanti," pungkas kiper yang berseragam Arsenal sejak tahun 2004 tersebut. (krs/key)










































