Bulan Mei lalu, MU punya kesempatan menjadi klub pertama yang mampu mempertahankan titel juara Liga Champions. Setelah musim sebelumnya menang adu penalti atas Chelsea, The Red Devils gagal mewujudkan ambisi tersebut karena mereka justru dipaksa menyerah oleh Barcelona dengan skor 0-2.
Diakui Ferguson, kekalahan atas The Catalans sangat memukul pasukannya. Dua bulan lebih jeda kompetisi disebutnya sebagai waktu yang tepat untuk melupakan kenangan pahit tersebut, dan menjadikannya pelajaran untuk bisa lebih baik lagi di musim kompetisi yang akan dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bisa kembali masuk final, perjuangan MU jelas tak akan mudah, meski bukan sesuatu yang mustahil juga. Walau ditinggal Ronaldo dan Carlos Tevez, Fergie masih menyimpan harapan untuk bisa menembus partai final musim depan yang akan dilangsungkan di kandang Real Madrid, Santiago Bernabeu.
"Saya selalu bereaksi dengan baik saat mendapat hasil buruk, kapanpun kami menelan kekalahan di sebuah pertandingan. Saya katakan pada pemain kalau pertandingan berikutnya adalah pertandingan terpenting. Kami kemudian fokus pada pertandingan selanjutnya, itulah yang selalu terjadi di klub ini."
"Kami memenangi Liga Champions dengan penuh ketegangan melalui adu penalti di Moskow di bawah guyuran hujan dan kemudian kalah di Roma dalam kondisi yang lembab . Pengalaman itu akan membatu kami, dan semoga saja kami bisa berada di sana lagi, di Madrid pada bulan Mei," pungkas Fergie.
(din/arp)











































