Sejak memenangi Piala FA di musim 2004/05 Arsenal sampai sekarang belum pernah meraih satu pun gelar. Di kancah liga, tim besutan Arsene Wenger ini hanya
berkutat di posisi empat besar saja.
Walau tetap konsiten memperagakan permainan menyerang nan atraktif yang enak ditonton, bukan berarti mereka bebas kritik. Yang paling kentara adalah kritik terhadap kebijakan Wenger yang lebih percaya kepada pemain muda ketimbang membeli pemain-pemain top.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Arsenal juga terkesan mudah melepas bintang-bintangnya. Terakhir, di jendela transfer musim panas, Emmanuel Adebayor dan Kolo Toure dilego ke Manchester City.
Kalau kemudian Arsenal di musim ini tidak begitu difavoritkan untuk memenangi Liga Primer, maka penjualan bintang tersebut bisa jadi merupakan salah satu faktornya. Berdasarkan angka dari sejumlah rumah taruhan, tim asal London ini hanya berada di posisi empat di bawah Chelsea, Mancheser United dan Liverpool.
Meski begitu, jika Arsenal tetap dapat tampil utuh dengan tim terbaiknya sepanjang musim, mereka diyakini akan dapat tampil menggelegar. Ujung-ujungnya mengalahkan nama-nama besar lain, macam MU, Liverpool dan Chelsea, bukan hal yang tak mungkin.
"Kalau mereka dapat mempertahankan sebelas pemain utamanya sepanjang musim, mereka dapat mengalahkan Manchester United, Liverpool, Chelsea, keseluruhan dari
mereka," tutur Ian Wriht dalam salah satu kolomnya di The Sun.
"Namun jika mereka mendapat sejumlah cedera pada pemain seperti Cesc Fabregas atau Andrei Arshavin, mereka akan kesulitan," lanjutnya.
Tetapi permasalahannya adalah, apakah Arsenal dapat tetap bertahan dengan skuad intinya sepanjang musim? Soalnya berkaca dari pengalaman di musim-musim
sebelumya, Arsenal jarang sekali tampil dengan skuad utuh.
Musim lalu, sejumlah pilar The Gunners bergantian absen untuk menjalani perawatan. Wenger pun sebelumnya pernah mengungkapkan kekesalannya pada
permasalahan tersebut.
Sedangkan di musim ini, ketika kompetisi belum dimulai saja dua pentolan Arsenal di lini tengah, Samir Nasri dan Tomas Rosicky, sudah harus terpinggirkan selama beberapa waktu.
Seringnya pemain Arsenal dihampiri cedera disinyalir disebabkan oleh pola permainan Arsenal yang memadukan operan bola pendek dan skil individu. Akibatnya pemain lawan terpaksa melakukan bentrok fisik untuk menghentikan mereka.
Di sisi lain, terdapat gap yang cukup lebar antara kualitas pemain inti dengan pemain lapis kedua. Wenger memang tidak memiliki banyak pilihan dengan barisan cadangannya itu. Pemain-pemain lapis kedua Arsenal didominasi para pemain belia yang masih kurang jam terbang dan pengalaman.
(roz/din)











































