Sejak tampuk kepemilikian City beralih ke tangan grup investor dari Abu Dabi yang dipimpin oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, tim asal kota Manchester
ini terus mendatangkan pemain bintang.
Di musim panas ini City mendatangkan Gareth Barry, Roque Santa Cruz, Carlos Tevez, Emmanuel Adebayor dan Kolo Toure. Nama-nama tersebut merupakan punggawa di klub lamanya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tambahan amunisi seperti itu, wajar jika akhirnya City yang pada musim-musim sebelumnya hanya berkutat di papan tengah kemudian mulai diperhitungkan sebagai kekuatan besar. Dari sejumlah angka di bandar judi, The Citizens musim ini diprediksi akan menempati urutan lima tepat di bawah Arsenal.
Entah kebetulan atau tidak, di musim panas ini Mark Hughes menjatuhkan pilihannya pada pemain-pemain yang semuanya merumput di tim Liga Primer. Kondisi tersebut tentunya memudahkan Hughes dalam meracik strategi dan mempersiapkan tim menghadapi ketatnya persaingan di musim ini. Soalnya para pemain baru tidak perlu beradapatsi dengan atmosfer Liga Inggris.
Adapun yang tinggal menjadi persoalan adalah bagaimana memadukan karakter pemain-pemain baru ke dalam suatu tim yang solid.
Pada tahap selanjutnya keberhasilan City sangat bergantung pada sosok Hughes. Jika sang manajer dapat membuat racikan yang tepat sembari dapat bisa mengatur ego bintang-bintangnya maka City memiliki peluang besar untuk menembus papan atas.
Sebaliknya jika Hughes tidak berhasil, banyaknya bintang liga domestik yang kini bermain untuk City malah bisa menjadi senjata makan tuan. Pola permainan mereka bisa dengan mudah ditebak tim lawan yang sudah mengetahui gaya permainan pemain-pemain anyarnya itu.
(roz/din)











































