Satu tendangan penalti yang gagal dari Michael Carrick mewarnai kekalahan MU dari tim promosi Burnley di pekan kedua Liga Inggris di Stadion Turf Moor, Kamis (20/8/2009) dinihari WIB.
Sebelumnya, sudah dua kali 'Setan Merah' sudah dua kali menemui kegagalan dalam adu penalti akibat para penendangnya gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegagalan terjadi lagi, kali ini di partai Community Shield menghadapi Chelsea. Evra kembali menemui kegagalan menuntaskan penalti, kali ini ia 'ditemani' oleh Ryan Giggs.
MU mengambil risiko besar dengan menunjuk bek mengambil penalti. Bek sering kali dianggap kurang fasih menendang penalti karena dalam permainan normal mereka jarang punya kans untuk mencetak mencetak gol.
Namun jawaban untuk kegagalan Giggs dan Carrick agak sulit dicari. Selama ini, sebenarnya kedua gelandang itu cukup sering menjadi algojo yang sukses. Sulit dibedakan apakah kegagalan itu karena eksekutornya yang tidak jitu atau tebakan kiper lawan yang tepat.
Saat menghadapi Burnley, MU mendapatkan penalti di akhir babak pertama dan Carrick ditunjuk jadi eksekutor. Padahal, di lapangan masih ada pemain-pemain lain seperti Wayne Rooney atau Michael Owen.
Penjelasan yang masuk akal barangkali adalah karena Sir Alex Ferguson masih mencari-cari seorang algojo andalan pasca kepergian Cristiano Ronaldo. Beberapa musim terakhir, Ronaldo memang jadi eksekutor tetap penalti MU.
Masalahnya, MU harus cepat menemukan penendang jempolan. Tidak ada yang pernah tahu kapan akan datangnya hadiah penalti atau babak penalti. Berlanjutnya kegagalan dalam mengeksekusi sepakan 12 pas bisa merugikan The Red Devils.
(arp/a2s)











































