Kekalahan 0-1 yang diterima dari Burnley terhitung mengejutkan. Pasalnya sang lawan merupakan tim yang baru promosi, sementara MU sendiri adalah juara bertahan. Hasil tersebut pun membuat posisi MU pun tersendat di papan tengah klasemen sementara.
Ditambah cederanya beberapa pemain andalan, semisal kiper Edwin Van der Sar, Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic, Sir Alex Ferguson kini harus memastikan timnya tak membuang poin lagi kala bertamu ke kandang Wigan, Sabtu (22/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kritikan lain yang menghampiri MU jelang pertemuan dengan Wigan adalah buruknya penyelesaian akhir mereka di depan gawang. Lihat saja bagaimana banyaknya peluang yang terjadi ketika melawan Burnley, tetapi tak ada satu gol pun tercipta. The Red Devils juga baru mencetak satu gol dalam dua pekan awal.
Meski demikian, Sir Alex tetap percaya kepada ketajaman timnya. Usai hengkangnya Cristiano Ronaldo, kini lebih ada banyak pemain yang bisa mencetak gol. Singkatnya, MU lebih mengandalkan kolektivitas ketimbang satu pemain saja.
"Michael Owen memiliki peluang di babak pertama, Ryan Giggs juga, Wayne Rooney bahkan memperoleh lebih banyak peluang. Michael Carrick memiliki kesempatan terbaik lewat penalti, tetapi kehilangan kesempatan itu," ujarnya di Sportinglife, mengomentari timnya pada laga melawan Burnley.
"Saya harap kami akan mendapatkan banyak peluang lagi pada pertandingan hari Sabtu nanti," lanjutnya lagi.
Wigan sendiri juga baru mengalami nasib yang sama dengan MU. Usai menang 2-0 atas West Ham United di pekan pertama, mereka ditundukkan tim promosi, Wolverhampton Wanderers, 0-1 pada pekan kedua. Kekalahan atas Wolves mereka derita di hadapan pendukung sendiri.
Sial bagi Wigan, mereka punya sejarah buruk jika bertemu dengan MU. Dari delapan pertemuan di Premier League sejak tahun 2005, The Latics selalu menerima kekalahan. Apakah ini pertanda bagus untuk si juara bertahan?Β
(roz/roz)











































