Menurut kabar yang dilansir BBC, Yeung telah melepaskan tawaran untuk membeli tiap lembar saham Birmingham dengan harga 1 pounds. Artinya, Birmingham divaluasi sebesar 81,51 juta pounds (Rp 1,34 triliun).
Melalui Grandtop International Holdings miliknya, Yeung telah membeli 29,9% saham Birmingham pada Juni 2007. Dengan tawaran baru itu, Yeung diperkirakan akan dapat menguasai 80% kepemilikan Brummies.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grandtop juga menjelaskan bahwa pengambilalihan itu bertujuan untuk menyokong Birmingham 'mempertahankan statusnya di Liga Primer' serta memperlebar basis fans di Hong Kong dan China.
Meski nantinya bisa mengambil alih Birmingham, Grandtop tidak berencana untuk membuat revolusi. Manajer Alex McLeish dipastikan akan bertahan beserta para asistennya.
Bila nanti Yeung berhasil menjadi pemilik mayoritas, maka Birmingham akan mengekor jejak Arsenal, Aston Villa, Chelsea, Fulham, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Portmouth dan West Ham yang telah dikuasai asing.
(arp/a2s)










































