Pembelian besar-besaran yang dilakukan oleh City sejak dikuasai oleh miliarder asal Abu Dhabi, Sheikh Mansour, mengundang banyak kritik. Klub tetangga Manchester United itu dituding menghambur-hamburkan uang hanya demi menumpuk pemain berlabel bintang.
Untuk musim ini, City sudah menghamburkan sekitar 120 juta poundsterling. Pembelian terakhir adalah dua pemain bertahan, Sylvinho dan tinggal sedikit lagi mendapatkan Joleon Lescott . Syvlinho didapat dengan gratis, sementara itu Lescott sekitar 24 juta poundsterling.
Kedua pemain itu menyusul nama-nama yang sebelumnya sudah didatangkan seperti Carlos Tevez, Emmanuel Adebayor, Gareth Barry, Roque Santa Cruz, dan Kolo Toure.
City siap menghadapi kritik yang akan hadir nantinya. "Penilaian terhadap jumlah uang yang dikeluarkan oleh sebuah tim adalah sesuatu yang sangat subjektif. Uang yang dikeluarkan sebuah tim untuk merekrut pemain adalah bergantung kepada klub pembeli," demikian chairman City Khaldoon al Mubarak seperti diberitakan Manchester Evening News.
"Memang, akan selalu ada kritik khususnya ketika Anda sukses. Kami sadar harus selalu menghadapinya. Kami sudah bisa mengatasi kritik-kritik tersebut dalam 12 bulan terakhir," lanjut Al Mubarak.
City bahkan menantang para pengkritik untuk terus saja melontarkan kata-kata pedas terhadap mereka.
"Dengan ambisi yang kami miliki, bakal banyak kritik yang akan menimpa kami di waktu mendatang. Memang itu menjengkelkan namun kritikan itu semua datang karena kami sukses."
"Kritik itu tidak membuat siapa pun dalam tim ini merasa gerah. Kami bertekad untuk membuktikan bahwa apa yang kami perbuat adalah benar," pungkasnya
Sejauh ini, laju Robinho dkk. di Liga Primer masih positif. Dua kemenangan berhasil mereka bukukan di dua laga awal kompetisi, masing-masing atas Blackburn Rovers dan Wolverhampton. (nar/arp)











































