Empat orang masuk Rumah Sakit, dengan satu di antaranya akibat luka tusuk di dada. Kerusuhan yang terjadi pada Rabu (26/8/2009) dinihari WIB itu seperti mengembalikan sepakbola Inggris ke era 1970-an.
Dilansir The Sun, tanda-tanda bahwa kerusuhan itu telah direncanakan muncul dari forum-forum internet. Sebelum pertandingan, ada seseorang yang mempoting pesan, "Bawa tongkat pemukul dan jangan bawa anak-anakmu."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada malam itu, polisi memang kalah jumlah karena mereka cuma menyiagakan 500 anggota, meski kemudian mendapat bantuan 250 personel, dan perusuh yang mereka hadapi mencapai 700-an orang.
Saksi-saksi yang berada di sekitar tempat kejadian mengatakan bahwa para perusuh itu bertindak seperti binatang, melempari aparat dengan batu bata dan botol serta merusak bangunan apa saja yang berada di sekitar stadion.
Kerusuhan merembet ke dalam stadion karena bertebaran informasi simpang siur yang mengatakan bahwa ada seorang fans West Ham yang ditusuk. Hal itu membuat para pendukung tuan rumah panas.
"Kami mendapatkan SMS yang mengatakan bahwa ada seorang pendukung West Ham yang ditusuk. Pesan itu menyebar di stadion, nyaris memicu kerusuhan. Polisi mulai mengosiolasi kami dan benda-benda mulai beterbangan," kata Paul Gibson, fans The Hammers.
Pertandingan itu sendiri akhirnya dimenangi West Ham dengan skor 3-1. Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) berniat untuk menghukum para pelaku kerusuhan dengan larangan menonton sepakbola seumur hidup.
(arp/nar)










































