Ancelotti mengungkapkan hal ini setelah pihak The Blues dan Sheva -- sapaan Shevchenko -- tidak menemui kesamaan tujuan lagi. Dalam hal ini Chelsea tak bisa menjamin pemain terbaik Eropa 2004 itu bermain reguler di tim inti, sebagaimana diinginkan Sheva.
Pria yang hari Sabtu besok genap berusia 33 tahun itu sempat diisukan akan kembali ke klub lamanya, Dynamo Kiev, tapi hingga kini tidak ada deal kongkret, termasuk dengan tim-tim lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah bicara dengan Shevchenko dan dia ingin kontinyu bermain di ini. Buat saya, sulit memberi dia kemungkinan itu, dan saya pikir dia telah mengambil keputusan yang tepat," sambung sang manajer.
Shevchenko menjadi "Si Biru" berkat permintaan pemilik Chelsea, Roman Abramovich, yang membelinya dengan harga tinggi (30 juta poundsterling) pada musim panas 2006 dari Milan. Tanah Inggris rupanya bukan jodoh untuk salah satu penyerang tersubur di level Liga Champions tersebut.
Top skorer tiga kali Liga Champions itu merasa harus keluar dari Bridge setelah mengetahui dirinya terancam tidak dimasukkan ke dalam tim untuk Liga Champions musim ini, yang list-nya akan didaftarken ke UEFA Selasa depan. Namun Ancelotti mengatakan bahwa dia tidak ada sangkut pautnya dengan keputusan Sheva yang memutuskan pergi di akhir bulan ini.
(a2s/key)











































