Kekalahan dari Tottenham Hotspur dan Aston Villa menjadi luka bagi Liverpool hingga pekan keempat Liga Inggris. Untungnya dua kemenangan mampu dibukukan sehingga mereka pun masih bertengger di untuk klasemen sementara dengan enam poin.
Diakui sang kiper, Pepe Reina, timnya memang menampilkan permainan buruk di awal musim ini. Tapi itu bukan berarti pertanda kalau musim Liverpool telah usai dan mereka tak berpeluang lagi jadi juara. Masih banyak waktu dan kesempatan bagi The Anfield Gank untuk memperbaiki diri dan menunjukkan kapasitas mereka sebagai anggota kandidat kuat juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejarah berjalannya Liga Inggris, Manchester United, sering mengalami start buruk dalam kampanyenya dan akhirnya mereka pun berjaya di akhir musim. Hal ini lah kemudian yang jadi keyakinan bagi Reina kalau timnya mampu meniru apa yang dilakukan rival beratnya tersebut.
"Bila sebuah tim harus mengalami hasil buruk, maka lebih baik itu terjadi di awal musim. karena masih banyak waktu untuk memperbaikinya. Banyak klub telah membuktikan itu selama bertahun-tahun dan bisa mencapai hasil bagus di akhir musim," sambung kiper berusia 27 tahun itu.
Keraguan berdatang dari banyak pihak khususnya media lokal setempat di Inggris, mengenai konflik dan masalah yang terjadi di tubuh tim musim ini membuat 'Si Merah' tak bisa tampil baik.
Namun demikian, Reina justru acuh tak acuh pada pemberitaan itu dan lebih memilih untuk menjadikannya semacam 'obat perangsang' bagi Steven Gerrard dkk untuk melakukan pembuktian bahwa mereka adalah yang terbaik.
"Ada banyak keraguan mengenai kesempatan kami musim ini dari pihak media. Namun, hanya kami-lah yang bisa membuktikan bahwa itu salah. Kami masih punya keyakinan sebagai sebuah tim dan kami bersikap saling percaya satu sama lain -seperti yang kami lakukan musim lalu-," tutupnya.
(mrp/roz)











































