Seperti diberitakan Reuters, Kenny menjalani tes doping usai melakoni laga semifinal playoff Championship (divisi satu Liga Inggris) musim lalu melawan Preston North End. Dari hasil tes yang dilakukan, kiper usia 31 tahun ini positif menggunakan ephedrine, semacam zat penambah daya tahan tubuh namun dilarang digunakan dalam sebuah lag sepakbola.
Akibatnya, Kenny pun harus puasa sementara bermain bola selama sembilan bulan dan hukuman yang dijatuhkan oleh Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) itu akan usai pada 22 Juli 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara kami menemukan bahwa pemain senang bahwa ia tidak dianggap menggunakan zat tersebut untuk tujuan meningkatkan kinerja di lapangan, dan ia pun mengakui kesalahannya," tutur Ketua Komisi Regulasi FA Christoper Quinland.
"Seorang atlet professional harus punya tanggung jawab tinggi untuk memastikan bukan obat-obatan terlarang yang masuk ke dalam tubuhnya. Dalam kasus ini, Kenny tidak sengaja menelan sebuah obat dengan dosisi melebihi ketentuan tanpa membaca petunjuk yang tertera dan tanpa meminta saran ke pada doktor tim atau tim medis lainnya," tuntas pernyataan Quinland itu.
(mrp/nar)











































